Bab 21

1401 Words

Setelah obrolannya dengan bunda, Velya mencari keberadaan Marlin. Dicari di kamarnya tidak ada, hingga ia ingin turun lagi ke bawah untuk mencari keberadaanya. Sebelum ke lantai bawah, ia sempat melirik kamar Margo. Merasa mendengar suara tawa Marline ada di dalamnya. Marline sedang ada di kamar papanya? Pintunya tidak tertutup rapat, agak sedikit terbuka. Meski ragu-ragu, Velya mengetuk. Selama ini, ia belum pernah masuk ke ruang kamar suaminya sendiri. Suara tawa mereka terhenti. "Masuk saja." perintah Margo. Dengan agak canggung Velya membuka pintu lebih lebar, mulai melangkah memasuki kamar Margo. Lampu masih menyala terang, hingga yang ada di ruangan tampak jelas di mata Velya. Sesuai dengan kepribadiannya, ruangan itu begitu rapih dan terasa nyaman. Aroma khas laki-laki menggua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD