Zoya menghela napas panjang setelah mendengar apa yang dikisahkannya tentang orang yang selalu dipanggilnya Babang itu, Mikail. Gadis bermata biru itu menatap sahabat baik kekasihnya yang kini tengah tak mempunyai ingatan tentang masa lalu itu. Kini dia mulai memahami sebagian kisah hidup Mikail berdasarkan penuturan Cacing, pasti menyakitkan sekali ditinggalkan begitu saja oleh orang yang sangat dicintainya. Haruskah aku bersedih dengan cerita itu? Haruskah aku gembira? Yang pasti ada rasa iri dalam dadanya dengan orang yang sangat dicintai Mikail dengan begitu dalam, dan sosok masa lalu itu menghantui kisah asmara yang sedang dirajutnya. “Apa yang terjadi setelah itu, Kak? Apakah Babang pernah bertemu dengan Senja lagi?” kata gadis bermata biru itu ingin tahu lebih jauh. Pemuda berba

