Jayadi mengusap perut buncitnya. Dia makan sangat banyak dan makan enak. "Gaishan, terima kasih banyak yah, kamu baik banget ajak kita makan di rumah kamu," ujar Jayadi ke arah Gaishan yang duduk di ruang keluarga. Gaishan yang sedang mempersembahkan senyum manis ke arah Fathiyah kini berubah haluan ke arah Jayadi. "Ah. Nggak masalah, Bang Jay. Dulu kan Babe dan Nyak Tia malah baik banget panggil aku makan di rumah mereka. Kan gantian nggak apa - apa," balas Gaishan. "Iya sih. Kamu makan sambel pete, hehehe." Jayadi terkekeh saat mengingat Gaishan makan di rumah Fathiyah. Gea melirik ke arah Fathiyah yang hanya duduk diam, lalu dia melirik ke arah anak sulung yang memang dari tadi hanya memperhatikan Fathiyah. "Kak Gaishan, aku kira serius luka tusuknya, padahal cuma sedikit aja," uj

