17. Kakaknya Datang

1528 Words

"Mas, Ibu melarang kita membiarkan Iva ikut Nenek Singgih setiap hari," Adam kaget mendengarnya. Ia tahu dari dulu, ibunya Irene dan ibunya selalu selisih pendapat jika ada apa-apa. Begini ini yang pernah terjadi dulu, dan hampir ribut karenanya. Ia dan Irene pernah juga hampir berpisah lantaran ibunya yang selalu menuduhnya berselingkuh karena jarang pulang tepat waktu. "Ya, gini aja ... kita nanti bilang sama Ibu Singgih kalau kita mau pergi dan mengajak Iva juga," Emi kurang yakin jika cara itu berhasil, nanti yang ada malah ia dikira menjadi ibu tiri yang jahat, mencoba memisahkan cucu dengan neneknya. "Sebaiknya kamu aja yang bilang nanti, aku agak pusing Mas kalau nanti banyak mengobrol," Adam langsung menghampiri dan mengecek keningnya, diraihnya tangan Emi yang nampak kecil ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD