18. Tetangga Usil

1680 Words

"Maaa ... Iva minta maaf ... Mama ..." Iva menangis saat melihat Emi kesakitan lantaran ia menubruknya tadi. "Va, mundur! Jangan dekat-dekat perut Mama?" Adam membentak. "Mas ...!" Adam menoleh, Emi tampak memberi kode untuk tidak memarahi anaknya. Iva menatap Ayahnya yang berlaku keras padanya dan ia berurai air mata. Iva jongkok di pojok ruangan dan menangis lirih. Suaranya lirih tapi isak tangisnya terdengar hingga Emi tak tega melihatnya. Emi melihatnya tapi ia masih merasakan kaget dan sakit karena tadi ditubruk Iva. "Gimana Em? Kita periksa saja ke dokter, yuk!" Emi terus meringis dan menggelengkan kepalanya, "Nggak, Mas. Nggak usah ke dokter segala. Sebentar lagi juga bakal sembuh, cuma aku kaget aja ini," tutur Emi. Adam menoleh pada Iva dan akan memarahinya lagi tapi tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD