Tengah malam, Castellia terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi buruk kemudian mengambil segelas air minum yang ada di atas nakas. Mimpi dimana dirinya kembali ke peristiwa waktu itu. Tapi di dalam mimpi, nyawa Castellia tidak tertolong. Dapat dilihat dengan jelas, Nick menangis saat kehilangan dirinya. Untuk pertama kalinya, ia melihat Nick menangis, meski hanya dalam mimpi. Castellia menengguk habis air minum tersebut, kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur. Ia mencoba menetralkan detak jantungnya dan napasnya yang tak beraturan. Mimpi itu benar-benar terasa nyata. Castellia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Helaan napas terdengar darinya sambil memejamkan mata. "Kenapa mimpi itu bisa hadir? Apa karena aku yang masih terlalu takut dengan kej

