Part 28

1117 Words

“Mas? Mas Zio,” panggil Sahara yang terlihat takut-takut. “Apa?” tanya Fazio galak. “Mas Zio masih marah? Maaf ya, Mas. Nanti kalo datang bu—“ “Lo bisa stop enggak?” tanya Fazio dengan wajah cemberut. “Gue sama sekali enggak marah tapi malu tapi lo malah ngulang pertanyaan itu terus!” Sahara yang mendengarnya tertawa puas, wanita itu lalu menjatuhkan tubuhnya ke kasur hotel yang sangat empuk dan lanjut tetawa. Fazio yang melihat gadis itu terus terkikik, semakin kesal. Sumpah demi apapun dirinya sama sekali tidak marah tentang datang bulan, memangnya hal itu bisa diatur?! Fazio hanya merasa malu namun Sahara terus mengoloknya sampai pagi hari ini. “Abi katanya enggak marah tapi wajahnya cemberut terus ya, Raf,” lanjut ejek Sahara membuat Fazio mendengus. “Lo jadi mau beli oleh-ol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD