Bab. 24. Pengkhianatan.

1246 Words

"Aku adalah milikmu," bisik Adiva dengan suara pelan menatap wajah tampan Farraz. Farraz langsung mencium bibir wanita yang sudah membuat hidupnya berantakan karena mencintai. Sekertarisnya itu bukan wanita lajang lagi, keduanya sudah sama-sama punya keluarga. Namun rasa cinta yang belum dirasakan Farraz, akhirnya mampu keluar dari zona nyamannya bersama Maula. Langkah besar ia ambil tepat di hari ulang tahun istrinya. Semua demi cintanya kepada Adiva. Tepat di jam dua belas malam, Adiva kembali mengucapkan selamat ulang tahun kepada Maula dalam hati. 'Selamat ulang tahun, Maula.' Adiva kembali terbenam dalam cinta Farraz yang nyata untuknya. Dalam bathup berisi air hangat dan aroma mawar yang menguar, keduanya menikmati indahnya bercinta. "Ahh, jangan terus mempermainkanku, Farraz!"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD