Maula dan asisten pribadinya saling b******u di kamar hotel yang seharusnya untuk suaminya. Namun karena Farraz tidak kunjung datang, membuat Maula kesal, kecewa dan marah. Sehingga dia memanggil asistennya untuk membuat ulang tahunnya tidak hambar. "Ahh, kau yang akan selalu menemaniku," bisik Maula dengan suara lirih teredam oleh gairah yang sudah membara. Sedangkan Biyan seolah mendapatkan durian runtuh. Meski dia setiap hari berada di sisi Maula, namun dia punya batasan, antara bawahan juga atasan. Dan malam ini, dia mendapatkan perintah yang sulit ia tolak. Dengan senang hati, dia mengungkung tubuh seksi nan indah itu dengan jantung berdebar. Dia mengecup pelan dari wajah hingga ke leher. Kemudian turun ke bagian d**a yang sedikit terbuka, karena gaun tipis itu sudah berantakan. M

