"Terima kasih karena Pak Farraz sudah perhatian," jawab Adiva kemudian meminum jus yang baru ia tuang. Maula tersenyum menatap ke arah sekertaris suaminya, begitu juga dengan Bela yang tersenyum menatap Adiva. Namun bukannya menikmati makanan yang sudah dihidangkan, wanita cantik dengan rambut lurus tergerai itu malah membuat Farraz kaget dengan tingkah lakunya. Kaki jenjang Adiva, mulai menelusuri kaki Farraz di bawah meja. Farraz menatap dengan wajah tegang, namun Adiva malah menikmati suasana dengan tenang. "Ada apa Pak Farraz? Apa makanan malam ini tidak sesuai seleramu?" tanya Adiva semakin membuat tatapan Farraz menelisik ke arahnya. Farazz yang sudah menahan kesal, akhirnya berdiri, dia mendekat ke arah Adiva dan menarik tangan wanita itu dengan kasar, keluar dari ruang makan. H

