Nining.

848 Words
Flashback raka. *** "Asalamualaikum." ucap raka di depan pintu. "Wa'alaikum salam." ucap ratih yang saat itu tengah menyapu. "Loh. Den Raka. Ya allah Den bikin kaget saja. Tak kira mimpi Den. Masuk Den masuk." ucap ratih dengan kepala yang menengok ke sana ke mari nampak seperti mencari seseorang di balik punggung raka. Raka masuk dan duduk di kursi. Raka meletakkan tas punggung yang dia bawa di lantai. "Den Raka sendirian? Di mana Tika? Apa dia tidak ikut? Semalam dia telfon Ibu dia juga nggak bilang kalo Den Raka mau ke sini." tutur ratih yang nampak khawatir. "Bu. Sebelumnya raka minta maaf sama Ibu. Karna raka gak bisa jaga amanah Ibu." "Saat ini Raka dan Tika sedang dalam kondisi tidak baik. Dan semua di sebabkan oleh Raka Bu." "Apa maksud Den Raka? Bibi tidak mengerti Den." "Tika pergi dari rumah Bu. Raka menyakiti tika. Raka membawa perempuan lain ke rumah. Raka minta maaf Bu." Ratih terdiam. Ratih menunduk mengusap air mata. "Ya allah gusti. Kenapa Anakku pun merasakan apa yang dulu saya rasa kan?" ucap ratih di tengah tangisnya. Ratih mengelus dadanya. Terasa sesak memikirkan nasib Anaknya. Anak yang dia besarkan sendiri tanpa ada suami. Anak yang tak pernah merasakan hidup berkecukupan. Anak yang tak pernah tau di mana ayahnya. "Den raka tau apa yang bibi takutkan saat melepas Tika untuk di nikahi Den Raka? Bibi takut anak bibi di sakiti oleh den Raka. Tapi bibi mencoba ikhlas karna untuk membalas kebaikan kalian yang sudi menampung kami. Bibi percaya Den Raka orang baik. Tapi kenapa sekarang Den Raka melakukan itu pada anak bibi?" Ratih menangis pilu di hadapan raka. Raka bersimpuh di bawah kaki ratih. Ratih masih diam membatu. "Maafkan Raka Bu. Raka minta di beri ksempatan Bu. Tolong bantu Raka minta maaf sama Tika Bu. Raka janji tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Raka mohon sama Ibu." Raka pun menangis. Saat ini raka merasa sangat takut kehilangan tika. Meski ia tak tau di mana keberadaan tika tapi raka yakin tika dalam kondisi baik baik saja. Karna raka tau ibunya dan alan tidak akan membiarkan tika terluka. "Di mana tika sekarang?" tanya ratih pada raka. Raka menggeleng lemah. Ratih kembali menangis tersedu. "Raka yakin Tika dalam kondisi baik baik saja Bu. Tika dalam pantauan Alan dan Mamah. Alan melarang Raka bertemu Tika dan tidak memberi tau di mana Tika Bu." "Lalu apa yang akan Den Raka lakukan sekarang? Kenapa Den Raka ke sini?" "Bu, Raka mohon jangan anggap Raka seperti Majikan Ibu lagi. Raka menantu Ibu." "Pulanglah. Kau tau tidak ada Tika di sini. Kalau kau ingin minta maaf. Lakukan itu pada Tika. Ibu akan ikut apa keputusan Tika." "Bu, Alan dan Mamah tidak akan mengijinkan Raka bertemu dengan Tika bu. Raka mohon bantu raka bu. Dan raka sudah tidak punya apa pun di sana bu. Raka tidak tau harus tinggal di mana dan bekerja apa bu. Raka mohon bantu raka bu." Ratih terdiam. Nyonya Ambar benar benar melakukan sesuai janjinya. Ratih tidak tau persis masalah yang sebenarnya raka dan tika alami. Tapi ratih tau tabiat raka yang gemar berganti perempuan. "Ibu akan menghubungi tika. Dan menyuruhnya untuk bicara pada nyonya ambar. Supaya nyonya ambar menerima kamu kembali." "Bu. Untuk saat ini raka hanya ingin memperbaiki hubungan raka dengan tika bu. Urusan mamah dan lainnya bisa belakangan. Dan jangan beri tau tika kalau raka di sini bu. Raka juga ingin tau apa tika masih peduli dengan raka atau tidak." "Baik lah. Ibu tidak bisa janji tika akan kembali pada kamu. Tapi kalau kau ingin tinggal di sini, silahkan. Tapi kamu harus pikirkan cara kamu sendiri untuk meyakinkan tika. Ibu tidak mau ikut campur dan memaksakan kehendak ibu. Kalian sudah dewasa." Akhirnya raka tinggal di tempat mertuanya di desa. Ratih tak tega juga jika harus mengusir raka. Karna ratih tau betul perjanjian antara raka, tika dan ambar. Sehari hari raka membantu ratih di ladang. Karna raka tak tau cara bertani dan tak tahan dengan panas akhirnya ratih membeli beberapa kambing untuk raka pelihara. Awalnya raka menolak. Namun raka sadar ke mampuannya dalam bertani tidak memungkinkan. Flashback off. ***** "Hai ganteng. Mau di temenin gak?" ucap nining. Gadis desa yang gemar menggoda raka. Raka tak pernah menanggapi sikap centil nining namun nining tetap saja tak mau menyerah menggoda raka. "Pergi sana. Ngapain si kamu gangguin aku mulu. Aku tuh udah punya istri." Raka bersungut sungut. Raka yang tengah bersantai menikmati semilirnya angin pun bergegas dan menarik kambingnya untuk pulang. "Loh, sudah pulang? Kok cepet banget? Emang udah kenyang kambingnya?" tanya ratih yang melihat raka pulang dan tengah memasukkan kambingnya ke dalam kandang. "Males ah bu. Ada nining si centil yang godain raka mulu." dengus raka sambil menepuk p****t kambingnya yang susah di masukan ke kandang. "Oalah. Ya udah makan dulu. Itu ibu udah masak. Nanti biar ibu yang tegor nining." Ucap ratih sambil terkekeh. "Ibu nih malah ketawa. Raka tuh geli tau bu di godain gitu." "Ya sudah sudah. Makan dulu sana. Nanti bantu ibu angkatin karung itu di bawa ke dalam ya." "Iya bu." Raka hidup dengan baik di rumah mertuanya. Raka tidak tau alan dan istrinya yang menghawatirkan keadaannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD