"Ada apa, Dhis?" Ganendra baru saja mengangkat teleponnya usai membiarkan nada deringnya terus menyalak sebab ditinggal dalam kamar penginapan. Ia yang sudah kelaparan, mau tak mau pergi tanpa memedulikan ponselnya. Lantas, saat masuk dan melihat notifikasi ponsel layar sentuh, puluhan panggilan tak terjawab dari Gendhis pun muncul. Tak lama, panggilan kembali berdering tak keruan. "Ba-bagaimana kelanjutannya, Dra?" Ganendra mengernyit saat mendengar pertanyaan itu terlontar. Belum lagi mengenai pertanyaan yang tak seharusnya ditanyakan oleh Gendhis yang memegang seluruh bukti. "Apa maksudmu, Dhis?" "Hmb ... begini, Dra. Aku tiba-tiba lupa bukti apa yang bisa kita gunakan untuk melawan Abi nantinya." Sontak, Ganendra mengernyit saat sadar itu bukan Gendhis. "Siapa ini?" Puri pun tur

