Untuk sejenak, Gendhis menanap. Kedua matanya berkaca-kaca melihat pemandangan yang ada. Ia tahu betul, itu jepit rambut miliknya. Akan tetapi, bagaimana bisa jepitnya berada di sana? Gendhis bersandar pada dinding ruangan. Ingatannya memutar memoar masa silam. Tepat saat jepit rambut itu dibelikan Putra tiga Minggu usai pernikahan. "Rambutmu yang bergelombang ini tampak lebih anggun jika diberi jepit, Dhis," kata Putra kala itu. Anak rambut Gendhis yang berterbangan disapu angin malam pantai tiga warna di Malang, disampirkan Putra ke belakang telinga. Menikmati pemandangan matahari terbenam, membuat keduanya lupa akan banyaknya wisawatan di sana. Gendhis yang tersipu, lantas membuang muka. Ditatapnya langit jingga yang merona. "Jika kamu diberi satu permintaan, kira-kira apa yang pali

