Selama perjalanan pulang, Abi dan Gendhis masih dalam pilihan untuk tetap bungkam. Kecanggungan benar-benar mereka rasakan sejak kali pertama Gendhis bertanya mengenai tuntutan yang hendak dilayangkan Abisatya. "Apa salahku dalam hal ini?" tanya Gendhis tadi, sebelum ia memutuskan untuk segera pergi dari rumah lama Ida Kemala Nareswati. "Kamu masih mempertanyakan itu?! Kamu enggak sadar sudah menyakitiku sejak kita bertemu? Kamu menamparku di rumah sakit, Dhis!" "Itu karena kamu yang keterlaluan! Kamu terus menerus memarahiku seolah-olah semua yang terjadi adalah salahku! Padahal aku juga korban! Aku juga sakit hati sama sepertimu!" "Apa pun alasannya, Dhis, terserah apa maumu. Yang jelas, aku tak akan pernah mencabut laporan itu! Kamu harus menerima semua fakta yang ada!" "Meski kamu

