61. Marahnya Dinata Pada Abi

1736 Words

Dinata duduk sembari menatap Abi dengan tajam. Kedua tangannya terpaut dan menopang dagu dengan sikut menekan paha bagian dalam. Sudah hampir setengah jam lamanya ia tetap berada di posisi yang sama. Menatap Abi penuh amarah dan tanya tanya. Ditatap sedemikian rupa, Abi bingung tak keruan. Berulang kali ia hendak menjelaskan duduk perkaranya, tetapi selalu didahului sang ayah yang menghela napas panjang. Sebagai anak pertama, ia paham betul gestur sang ayah. Jika sudah demikian, itu tandanya Dinata sedang tak ingin mendengar alasan apa pun. Terlebih, kediaman sang ayah setelah menghubunginya membuatnya salah tingkah. "Yah," panggil Abi. Sayangnya, bukannya menyahut, Dinata malah mengacungkan kelima jarinya tanda berhenti di tempat. Dinata masih bungkam dalam amarahnya. Ia tenggelam dala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD