33. Plang Nama Kafe, Salah Satu Bukti Selingkuh

1050 Words

"Kurang ajar!" maki Abi. Kedua tangannya mengepal, lantas masuk ke kafe dengan amarah memuncak. Geliginya menggeletuk bersamaan dengan rahang yang mengetat. "Gendhis! Gendhis!" Abi hampir saja menggebrak meja di depannya saat tiba-tiba Puri yang berada tak jauh darinya, mendekat. "Tunggu, Tampan. Ada masalah apa kali ini? Biar kutebak. Ini tentang pria yang datang tadi sore, kan?" Abi menghela napas sebentar sebelum akhirnya menyingkirkan Puri dengan kasar. "Bukan urusanku!" Puri yang didorong sedemikian rupa, lantas segera bangkit dan mengejar Abi. Sesekali, ia meraih bahu bidang itu dan menepuk-nepuk untuk menenangkan amarah. "Tenanglah, please. Kami punya banyak pelanggan malam ini," pinta Puri. Gurat wajahnya benar-benar memohon dengan amat. "Aku tak punya urusan denganmu dan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD