73. Pertemuan Kedua Orang-orang Kasmaran

1931 Words

Hari sudah kian terik saat Abi memutuskan untuk berbicara empat mata dengan sang ibu. Meski hatinya menolak keras, napasnya tersengal-sengal saat mendekat ke kamar orang tuanya, ia tetap berusaha keras sembari mengingat bagaimana wajah Gendhis yang terus membayang di pelupuk mata. Ketukan pertama dan kedua tak mendapat jawaban, akhirnya Abi berbalik. Namun, belum sampai ia melangkah, bunyi putaran anak kunci terdengar dari dalam kamar pasangan Mahawira. "Abi?" tanya Hanum tak percaya. Dilihatnya sekitar, mencoba memastikan bahwa sang anak benar-benar datang ke kamarnya sendirian. Lantas, diletakkannya punggung tangan pada dahi sang anak. "Ada apa, Nak? Harusnya jika butuh sesuatu, kamu bisa memanggil bibik. Kenapa susah payah kemari?" Abi gemetar. Belum pernah semasa hidup ia merasa beg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD