72. Keluarga Berkumpul, Ambar Main-main di Belakang Gendhis

1904 Words

Gendhis telah menyuapkan makanan yang telah disiapkan pihak rumah orang-orang pesakitan. Dengan hati lapang dan penuh senyum mengembang, ia memperhatikan apa yang sang ayah butuhkan. Bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban, melainkan untuk menuntaskan rindu yang telah menggebu setelah sekian lama tak berjumpa dan berkumpul bersama sang ayah tercinta. Melihat sang anak sulung dan suaminya telah kembali akur, Wati hanya bisa menangis bahagia. Tak ada lagi yang bisa membuatnya sebahagia itu selain senyum sang suami yang terkembang dengan begitu tulus dan penuh cinta pada anak gadis yang telah memberinya banyak warna. Sementara Ambar, ia yang duduk di sofa tak jauh dari ranjang pesakitan, meraih ponsel sang kakak yang tiba-tiba bergetar. Mode senyap telah diaktifkan Gendhis setelah menelepon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD