40. Kesakitan yang Berulang, Permintaan Maaf Mahawira

1059 Words

Untuk pertama kalinya, Endra kembali ke kantor saat Dinata tak berada di ruangan. Ia cilingukan, mencari ke tiap sudut tempat yang bisa digunakan sang ayah sebagai tempat penyimpanan. Sayangnya, setelah hampir setengah jam mencari, ia tak juga menemukan bukti apa yang ingin dihilangkan. "Mati aku, kalo bukti sudah hilang!" Endra berkacak pinggang. Ia mulai meraup wajah dengan kasar. Lantas mulai kembali mencari dengan perlahan. Namun, nihil. Karena lelah, Endra mengempaskan badan pada sofa. Di sana, ia merasa ada sesuatu yang janggal. Seperti ada bunyi yang asing dari sofa. Lantas, ia menghadap ke sandaran sofa. Dimasukkannya jari pada lipatan antara tempat duduk dan sandaran. Ganendra membeliak mendapati apa yang bisa diraih olehnya. Setelah ditarik, betapa terkejutnya ia saat meliha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD