Sebuah Tipuan

1205 Words

Kinan mengernyit saat melihat kios yang Bram sewa. Nampak sepi dengan sekitar yang jauh dari pasar atau toko lain. "Kok disini sih, Mas? Kalau lokasinya begini uang sewanya kemahalan menurutku. Lagian ini tuh lokasinya jarang di lewati orang. Gimana ada yang tahu kalau kamu buka bengkel disini?" Bram menipiskan bibirnya. "Rezeki kan gak akan ketuker, Sayang," ucap Bram percaya diri. "Terus udah ada pelanggan?" Bram menggeleng membuat Kinan menghela nafasnya. "Kalau begini kapan balik modalnya?" "Ya, nanti juga pasti ada." "Dengan uang yang aku kasih aku kira kamu bisa sambil jualan yang lain kan, Mas? Aku lihat disini gak ada toko lain. Kamu bisa buat toko sembako?" "Repot lah. Terus kalau ada yang mau benerin elektronik aku harus sambil layanin pembeli gitu?" "Ya terus, uangnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD