Date

1563 Words
Tandai jika masih terdapat kesalahan kepenulisan, EYD, Grammar dan lain sebagainya dalam cerita ini. Terima kasih. _______________________________________ Miranda memasuki klub malam yang biasa ia kunjungi dengan elegan. Langkahnya yang anggun dengan sedikit senyum di bibir indahnya menemani Miranda malam ini. Begitu dia masuk, entah kenapa Miranda merasa jika pandangan mata semua orang langsung tertuju padanya. Okay, Miranda tahu, jika dia memang kerap kali menjadi pusat perhatian di keramaian seperti ini, tapi malam ini mereka menatapnya dengan pandangan yang berbeda. Bukan, itu bukan pandangan takjub atau pun iri yang biasa mereka layangkan kepada Miranda. Pandangan mereka seolah menampilkan raut keterkejutan ketika melihatnya datang ke klub malam ini. Miranda heran, bukankah ia sudah sering datang ke sini? Tapi kenapa pandangan mereka terlihat shock begitu? Apa ada yang salah dengan penampilannya malam ini? Oh, ia rasa tidak! Lalu kenapa mereka memberikan tatapan persis seperti saat ia bertemu dengan Sean sehari setelah mereka bercerai dulu? Tanpa mau berpikir lebih panjang, Miranda segera menggelengkan pelan kepalanya—tanda jika ia harus tetap tenang dan percaya diri. Stay calm, Miranda, it’s okay. Miranda mencoba menenangkan dirinya sendiri. Dan seolah tidak ingin memikirkan hal itu lebih panjang lagi, Miranda segera menghampiri Claudia yang sudah duduk menunggunya di meja paling ujung dekat kolam ikan. “Hi Cla!!!!” sapa Miranda kepada Claudia yang saat itu tengah duduk memainkan ponselnya. Claudia pun sontak menoleh dan langsung bangkit saat ia mendengar Miranda menyapanya. “Oh hi Anne! How are you? I miss you so much baebae!” Kedua wanita itu pun berpelukan sejenak sebelum akhirnya mereka kembali duduk. “I’m fine as you see,” jawab Miranda dengan senyuman indahnya. “You look so beautiful tonight!!” ujar Claudia memuji penampilan Miranda yang selalu elegan dan glamour. “You too,” balas Miranda dan kemudian mereka berdua tertawa bersama. “Ehm, oh iya Cla... siapa pria yang ingin kau kenalkan padaku?” tanya Miranda lalu menyesep minuman bersoda yang tentu saja, sudah dipesankan oleh Claudia sebelum ia datang. “Seorang pria tampan yang kaya raya. Dan yang pasti dia tak kalah tampan dari mantan suamimu yang saat ini ada di lantai VVIP,” jawab Claudia. Dan jawaban itu berhasil menjawab pertanyaan Miranda akan tatapan aneh yang dilayangkan untuknya tadi. Ah, rupanya mantan suaminya sudah kembali ke Amerika dan sekarang ia juga berada di klub ini. Mereka ada di dalam satu area yang sama setelah tiga tahun berpisah. Menarik! Miranda kemudian tersenyum. “Really? Apakah ada pria yang mampu menyaingi kekasih dari seorang Arabella Parker? ” ujar Miranda yang memang lebih nyaman memanggil nama mantan suaminya dibalik nama seorang wanita, Arabella Parker. “Tentu saja!” jawab Claudia dengan pasti dan mulai mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. “Sebentar, aku akan menghubunginya dulu,” ujar Claudia. Namun sebelum ia sempat menghubungi, pria yang dimaksud pun sudah lebih dulu datang menghampiri. “Hi Ladies!” sapa seorang pria yang tak lain adalah Michael Tee McKenzie atau pria adonis yang biasa dipanggil dengan sebutan 'Mike' oleh orang-orang. “Oh hi Mike! Kau sudah ada di sini rupanya!” ujar Claudia sambil memeluk singkat Mike. Mike pun juga membalas pelukan singkat Claudia. “Tentu saja Cla! Aku tidak mungkin membiarkan wanita secantik kalian menungguku terlalu lama,” jawab Mike hingga membuat Claudia dan Miranda tersenyum kecil. Claudia kemudian melepaskan pelukkanya dan mempersilakan Mike untuk mengambil tempat duduk di samping Miranda. “Anne, aku rasa kau sudah mengenal pria adonis ini!” ujar Claudia dengan santai. Miranda tersenyum dan kemudian menatap Mike yang terlihat sangat tampan dengan balutan jas formal dan rambut hitamnya yang sedikit ikal. “Tentu saja! Michael Tee McKenzie! Pemilik berbagai hotel, vila, resort dan juga restoran mewah di benua Amerika dan Eropa,” ujar Miranda dengan senyuman tipisnya menatap Mike. Mike pun hanya bisa tersenyum kecil mendengar penuturan dari sang wanita pujaan. Sungguh rasanya benar-benar menyenangkan ketika seorang pria berhasil dipuji oleh dambaan hati! “Oooooo..... Sudah dapat chemistry heh?” goda Claudia dengan wajah penuh selidiknya. Namun itu tidak dihiraukan keduanya yang malah sibuk dengan tatapan masing-masing. “Kau terlihat sangat cantik ketika dilihat secara langsung.” Miranda tersenyum mendengar pujian itu. “Kau juga terlihat sangat tampan, ketika tersenyum dan berbicara seperti ini,” balas Miranda dan itu berhasil membuat Mike tersenyum salah tingkah. Claudia yang melihat keduanya melakukan pendekatan seperti teenager pun hanya bisa menghembuskan napas pelan. “Huh! Okay guys, silakan nikmati kencan kalian malam ini. Aku tidak mau menjadi pengganggu apalagi penonton dari romansa kalian berdua!” ujar Claudia yang merasa tidak lagi dibutuhkan di dalam kencan ini, tentu saja! Jika keduanya telah saling mengenal satu sama lain dan terlihat sangat akrab hingga melayangkan pujian, maka otomatis perannya sebagai mak comblang sudah dinyatakan usai. Claudia kemudian bangkit dan menatap keduanya. “Mike aku titip Miranda, jika kau sampai membuatnya sedih, maka lehermu akan aku patahkan!” ujar Claudia dengan nada bercandanya. “Dan Anne...silakan nikmati kencanmu dengan pria adonis ini. Nikmati semuanya dengan santai baebae. Dan jangan memikirkan tentang yang lain.Okay?” lanjut Claudia. “Hm.” Miranda mengangguk patuh dan kemudian berpelukan sebentar dengan Claudia, sebelum akhirnya Claudia pergi dari meninggalkan klub. Setelah Claudia pergi, suasana berubah menjadi agak sedikit canggung. Kini hanya tinggal mereka berdua yang ada di sini. Namun bukan Michael namanya, jika dia tidak berhasil membuat Miranda terkesan padanya. “Mau berdansa denganku di lantai atas?” tanya Mike sambil mengulurkan tangannya. Miranda pun sontak tersenyum dan tanpa ragu menyambut uluran tangan Mike. “Sure!” Dan mereka berdua pun pergi ke lantai atas untuk menikmati suasana classic bak di negri dongeng yang jauh berbeda dengan lantai bawah. Begitu mereka berdua berjalan bergandengan, semua mata langsung tertuju pada keduanya dengan sangat intens. Bisik-bisik para orang-orang yang ada di klub mulai terdengar di telinga keduanya. Tapi baik Mike ataupun Miranda memilih untuk mengabaikan. “Dia berkencan ketika Sean ada di klub ini? Huh...ini gila!” “Jika ada paparazzi yang mengetahui hal ini, maka ini akan menjadi skandal terbesar Miranda setelah perceraiannya dengan Russel.” “Kau benar! Tidakkah kau lihat wajah Sean yang tampan itu sedang menatap ke arah mereka dengan sangat dingin?” “Aku rasa, dia masih mencintai Miranda.” “Tidak mungkin! Bukankah Sean sudah memiliki Arabella?” “Ya...tapi aku dengar mereka sudah putus dua bulan yang lalu.” “Woah....ini akan sangat seru!” “Tentu saja! Biar bagaimanapun mereka berdua dulu pernah menjadi pasangan terfavorit di Amerika dan di negara bagian lainnya mengalahkan Beckham dan Victoria!” Bisik-bisik dari para pengunjung klub malam elite itu pun terdengar begitu riuh. Namun untungnya musik dj yang baru diputar di sana membuat bisik-bisik mereka meredam dengan perlahan. _______________________________________ Miranda dan Michael pun akhirnya sampai di lantai dansa. Alunan musik Perfect yang dinyanyikan oleh penyanyi kondang Hollywood, Ed Sheeran pun mengalun dengan begitu indahnya. Lagu romantis itu mengalun dengan indah ditemani oleh gesekan biola dari seorang pemain musik. Mike langsung merangkul pinggang ramping dan punggung Miranda dengan kedua tangannya, sementara tangan Miranda pun merangkul bahu Mike sebagaimana mestinya orang berdansa. “Kau harum,” bisik Mike tanpa menghentikan gerakan dansanya.Miranda tersenyum. “Terima kasih untuk banyak pujianmu malam ini,” balas Miranda hingga membuat Mike terkekeh pelan. “Kau tahu?” “Apa?” tanya Miranda dengan tatapan mata yang tertuju pada Mike. “Seseorang dari masa lalumu ada di sini sekarang,” bisik Mike tepat di telinga Miranda. Miranda mengangkat sebelah alisnya—ia akan berpura-pura tidak tahu kali ini. “Siapa?” tanyanya. “Lihat sendiri,” ujar Mike lalu mengubah posisinya. Dan kini, tatapan Miranda tertuju pada Sean yang ternyata juga sedang menatapnya dengan raut dingin yang masih sama seperti dulu. Pria itu menatapnya dengan begitu intens, tapi sayangnya, Miranda hanya menanggapi tatapan Sean dengan tatapan santai tak peduli. Mereka saling bertatapan hanya untuk sepersekian detik sebelum akhirnya Mike kembali membalikkan posisinya seperti semula. “Sudah tahu?” tanya Mike. “Hm,” gumam Miranda dengan santai tanpa menunjukkan raut keterkejutan ataupun semacamnya. “Kau tidak terkejut?” tanya Mike. “Untuk apa?” balas Miranda dengan santai hingga membuat Mike semakin yakin untuk mendapatkan hati janda sang taipan ini. “Kau sudah melupakannya?” “Tentu saja! Jika tidak, mana mungkin aku mau berkencan denganmu,” jawab Miranda dan tanpa diduga mengecup hangat pipi Mike. Dan itu berhasil membuat Mike bahagia bukan main. “Wajahmu terasa sedikit kasar dengan bulu-bulu halus seperti itu,” ujar Miranda disertai kekehannya. Mike pun juga terkekeh dan kemudian menarik Miranda dari lantai dansa menuju tempat lain. Atau lebih tepatnya menuju tempat yang agak sedikit sepi. Miranda hanya bisa mengikuti langkah kaki Mike yang menuntunnya ke arah lorong yang sepi, dekat dengan toilet dan balkon klub. Mike segera mendorong pelan tubuh Miranda ke dinding dan mengunci pergerakannya. “Mau apa?” tanya Miranda dengan tenang. “Menurutmu?” tanya Mike dengan tangan yang kini sudah menatap dalam kedua manik Miranda. “You wanna kiss me, maybe?” bisik Miranda dengan tatapan yang menggoda. “Jika kau mengizinkan,” jawab Mike. Miranda tersenyum dan kemudian menarik kerah jas pria itu hingga mendekat ke arahnya. Jarak wajah mereka kini hanya tinggal beberapa centi lagi. Hidung mancung mereka kini sudah berentuhan. Manik biru Miranda menatap manik coklat gelap milik Mike yang kini juga menatapnya. “I want you,” bisik Mike lalu semakin mendekatkan wajahnya ke arah Miranda. Dekat, semakin dekat, dan.… “Jangan making out di sini, dude! Carilah kamar atau hotel! Kalian berdua bisa mengganggu kenyamanan orang lain!” Dan jangan tanyakan siapa yang mengacaukan suasana romantis yang telah tercipta di antara Mike dan juga Miranda. Ah, Sean memang b******n! #To be Continued....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD