bc

GADIS CANTIK ITU, ISTRIKU DI MASA DEPAN

book_age18+
1
FOLLOW
1K
READ
HE
fated
friends to lovers
kickass heroine
heir/heiress
drama
sweet
bxg
lighthearted
kicking
bold
city
office/work place
childhood crush
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

Jatuh cinta pada pandangan pertama. Itulah yang dirasakan Lingga Mahapraja. Perempuan cantik di halte bis berhasil menarik perhatiannya. Namun sayangnya, setelah mengikutinya, perempuan itu menghilang dari pandangan mata. Bertahun tahun, Lingga mencarinya. Akankah ia menemukannya?

Gadis cantik itu, istriku di masa depan.

chap-preview
Free preview
PEREMPUAN BERTOPENG MORETTA
“Help me,” seorang perempuan bergaun panjang dengan belahan tinggi tiba tiba mendekati Lingga Mahapraja dan berbisik di telinganya. Suaranya yang mendesah pelan membuat perutnya berdesir tidak jelas. Jantungnya pun mendadak berdegup tanpa henti. DUG. Siapa perempuan ini? Dan gaunnya… Berwarna merah. Sesuai dengan petunjuk yang aku terima. Apa dia salah satu dari tiga perempuan yang seharusnya aku temui? Lingga memperhatikan kalau gaun warna merah yang dikenakannya sangatlah seksi dan menonjolkan kedua kakinya yang jenjang. Bahkan bagian atas gaun yang ketat menyebabkan buahdadanya yang membulat seperti hendak tumpah. Kedua tangan perempuan itu melingkar di lehernya tanpa permisi. Lingga yang sedang melamun hanya bisa diam. Ia tidak bergerak barang sedikitpun. Aroma amber yang hangat dan mewah begitu memikat indera penciumannya. Wajah perempuan di hadapannya begitu dekat namun ia tidak bisa melihatnya dengan jelas karena topeng moretta yang dikenakannya. Topeng oval dari beludru hitam menutupi sebagian besar wajahnya. Namun, Lingga bisa menilai kalau perempuan di hadapannya sangatlah cantik. Bagian bibir dan dagunya sedikit mengintip. Warna merah yang menjadi pewarna bibir mungil nan menggoda itu melekat sempurna dengan kilau yang membuatnya tak berkedip. Melihat bibir mungil itu, tiba tiba saja ingatannya kembali ke tujuh tahun lalu. Oh... Apa perempuan ini orang yang sama? Apa kamu gadis cantik di halte bis itu? “What can I help you?” bisiknya di telinga perempuan itu dengan gugup ketika menyadari adanya kemungkinan dia adalah seseorang dari tujuh tahun lalu. Kedua tangan Lingga bergerak melingkar di pinggang ramping si cantik bergaun merah. Kamu membiarkanku menyentuhmu? Dan kenapa meminta bantuanku? “Just stay close,” perempuan itu sedikit menunduk sambil mempererat rangkulan di lehernya. Lingga menyeringai lalu menarik tubuh perempuan tersebut hingga melekat erat. Kedua buahdadanya yang membulat tertekan di d**a Lingga. Aku tergoda… Dan aku tidak akan melepaskanmu. Permintaanmu, tidak sulit. “Don’t get me wrong,” perempuan itu kembali berbisik. Permukaan bibirnya seperti menyapu daun telinga Lingga dengan lembut ketika berbicara. “What wrong?” Lingga bingung. Oh… Apa ini? Dadaku.. Jantungku… Hatiku… Tubuhku seperti tersengat aliran listrik. Perempuan itu tidak menjawabnya, ia hanya mendongak dan kemudian mengecup bibir Lingga secara mendadak. Beberapa detik, bibir mereka saling melekat. Lingga harus mengakui kalau dirinya kaget dengan kecupan tiba tiba tersebut. Tapi, ia hanyalah lelaki biasa yang tidak bisa memungkiri pesona perempuan di hadapannya. Tanpa berpikir panjang, Lingga membalas pagutan di bibirnya tersebut. Jari jemarinya bergerak ke bagian belakang kepala dan tengkuk leher perempuan di hadapannya untuk mengarahkan ciuman tersebut lebih menyatu. “Ohh…” Desah perempuan itu. Desahan tersebut, mengakibatkan Lingga semakin bergairahh. Ia memanas dan menyatukan bibir mereka lebih erat lagi. Lingga mengarahkan agar mereka bergerak ke dinding kosong di pojokan. Perempuan itu mengikuti pergerakannya sambil terus berciuman. Ini gila. Di tempat umum dan aku berciuman dengan bebas. Apa perempuan ini salah satu dari ketiga orang itu? Dan apakah dia perempuan dari tujuh tahun lalu? Sesaat ciuman mereka terlepas, tapi Lingga kembali menyatukan bibirnya. Ia tidak ingin ciuman itu berakhir. “Ahh…” rintihan kembali keluar dari mulut perempuan di pelukannya itu. Lingga mengelus punggung gadis cantik bergaun merah itu naik turun dan merasakan permukaan kulitnya yang lembut dan halus. Kedua tangannya kemudian mendekap erat tubuh perempuan itu hingga membuat nafasnya terengah. “Ohh..” ucapnya sambil menggeliat pelan. Secara perlahan, Lingga melonggarkan dekapannya. Keduanya kembali berciuman secara intens dan penuh gairahh. Detik demi detik, Lingga merasakan tubuhnya bergelora. Apalagi, tidak ada penolakan dari perempuan di hadapannya itu sehingga ia merasa bebas menyalurkan hasratnya. Namun, tiba tiba saja, perempuan itu melepaskan dirinya. Nafasnya terengah engah. Dari balik topengnya, perempuan itu menatap matanya, “Thanks…" Lingga memperhatikan kalau matanya bulat sempurna. Oh... Kamu.... Kamu... Sepertinya memang dia. Seseorang dari tujuh tahun lalu. Perempuan itu bergerak mundur dan tersenyum, "Great kiss, by the way.” Setelah mengucapkan semua itu, dia berbalik pergi begitu saja. Tanpa sempat berbuat apapun, Lingga hanya tertegun dan mematung. Kakinya seperti membeku. Sosok gadis bergaun merah menghilang di tengah keramaian. A.. Apa yang terjadi? Kenapa aku hanya diam saja? >>> Satu jam sebelumnya… Lingga Mahapraja, lelaki tampan dengan penampilan bak patung yunani itu melangkah masuk ke ballroom hotel ternama di Jakarta. Dengan penuh percaya diri ia berdiri tengah keramaian sambil mengambil satu gelas wine yang disodorkan kepadanya. Dadanya yang bidang dan bahunya yang lebar membuat sosoknya menarik perhatian banyak pasang mata. Apalagi ketika ia menenggak wine tersebut, jakunnya turut bergerak sehingga menghipnotis kaum hawa yang berada di sekitarnya. Malam itu ia memenuhi undangan acara amal dengan konsep masquerade party alias pesta topeng. Lingga mengenakan jas berekor atau tailcoat jacket, kemeja putih dan celana panjang bergaya era Victoria. Ia melengkapinya dengan topeng Venesia klasik berwarna putih yang menutupi hampir tiga perempat wajahnya. Topeng putih dengan kesan antik dan mewah itu hanya memperlihatkan bagian bibir hingga dagunya. Lalu ada lubang pada area mata sehingga penglihatannya tidak tertutup. Sosoknya seperti mencuri perhatian di antara tamu tamu yang juga berdatangan mengenakan kostum mewah nan indah dan topeng. Tidak ada yang mengenali sosok dirinya yang merupakan pembalap formula satu nomor satu dunia, sekaligus juga putra tunggal dari konglomerat tanah air yang bergerak di bidang otomotif. Penggunaan topeng memungkinkannya berinteraksi dengan bebas tanpa diketahui jati dirinya. Identitas tamu yang dirahasiakan menciptakan kesan pesta yang elegan namun misterius. Matanya melirik sekeliling ruangan. Suasana mulai ramai dan dipenuhi tamu. Dekorasi yang mewah begitu memanjakan mata dan mengundang decak kagum. Lampu gantung dari kristal terbaik dengan bunga bunga segar yang mahal memenuhi ruangan. Musik terdengar begitu kencang hingga memekakkan telinga. Tarian dari para penghibur di panggung menjadikannya semarak penuh warna. Sesungguhnya, Lingga tidak ingin datang. Tapi permintaan sang ayah membuatnya tergerak. Ayahnya, konglomerat tanah air bernama Luhung Mahapraja, memintanya berkenalan dengan tiga orang perempuan yang akan datang ke acara amal berkonsep pesta topeng tersebut. Ia mengingat ketiga nama perempuan tersebut, yaitu Lanaya Isvara, Larasati Adelia dan Lituhayu Kayshila. Tidak ada foto yang dikirimkan kepadanya. Hanya nama. Bahkan, tidak pula ada petunjuk lain seperti latar belakang keluarga, pendidikan ataupun pekerjaan. Meski demikian, Lingga tahu kalau sang ayah pasti sudah memilih yang terbaik versi orang tua. Ia meyakini kalau ketiga perempuan itu setidaknya anak dari kenalan ayahnya, atau anak dari pengusaha di tanah air. Lingga meyakini, baik Lanaya, Larasati ataupun Lituhayu bukanlah perempuan sembarangan. Aku hanya tinggal mencari ketiga perempuan tersebut, lalu berkenalan dan setelahnya, biarkan mengalir apa adanya… Apa akan muncul rasa tertarik? Atau tidak? Apakah ketiga perempuan ini akan membuatku melupakan seseorang dari tujuh tahun lalu? Ah, jangan banyak berpikir. Just go with the flow. Di tengah keramaian, beberapa orang perempuan silih berganti mendekatinya. Mereka mengajak berkenalan dan menggodanya. Bahkan, ada satu orang perempuan dengan sengaja menyebutkan nomor kamarnya. Tapi Lingga mengabaikan semua itu dan terus mencari cari ketiga perempuan tersebut berdasarkan satu satunya petunjuk yang diketahuinya. Petunjuk menyebutkan kalau ketiga perempuan tersebut mengenakan gaun berwarna merah. Wahai gadis bergaun merah, dimanakah kau berada?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
316.1K
bc

Too Late for Regret

read
331.2K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.7M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
146.0K
bc

The Lost Pack

read
447.4K
bc

Revenge, served in a black dress

read
155.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook