Hasrat

487 Words
Marcha masuk ke dalam kantor nya yang baru sesuai harapan nya bersih dan rapi adik nya itu sudah paham rupa nya cara kerja Marcha Marcha duduk di kursi nya lalu langsung menghubungi Ingvar yang tadi pergi ke kantor bersama-sama "Var, rapat nya 10 menit lagi ya" kata Marcha "ya kak" kata Ingvar "bukan kak, ini tempat kerja Var" tegur Marcha "ya bu Marcha" kata Ingvar berusaha menahan tawa Marcha mempersiapkan semua yang ia butuhkan untuk rapat banyak sekali hal yang mau ia perbaiki setelah kemarin seharian mengecek setiap pekerjaan devisi pekerjaan mereka bukan tidak bagus tapi butuh dorongan untuk lebih maju dan... Marcha agak kaget ternyata favorit seluruh perawat dan dokter wanita di rumah sakit ini bukan adik nya yang menurut Marcha sudah luar biasa ganteng tapi si wakil direktur nya Deven Christiandi Putra nama nya banyak sekali dokter wanita yang menyebutkan nama nya ketika ia memperkenalkan rumah sakit kepada Marcha tidak hanya itu bahkan setiap ada kesulitan hampir di bidang tertentu dalam kedokteran wakil direktur itu selalu siap membantu baik tapi apa gak terlalu baik? womanizer kah? Marcha gak jelas tapi yang jelas, dia memikat kalau enggak... gak mungkin semua wanita di 1 rumah sakit ini mengidolakan nya Marcha membereskan semua barang-barang nya dan menyiapkan nya untuk rapat lalu ia berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan ke ruang rapat Marcha membuka pintu nya lalu... ia melihat lelaki yang memikat hati nya di Bali beberapa waktu yang lalu duduk di samping Ingvar lelaki yang memberinya o*****e paling memuaskan lelaki yang memberinya hasrat luar biasa untuk bercinta tubuh nya yang berotot yang dikecup Marcha di setiap jengkal nya itu sekarang ditutupi oleh kemeja putih dan jas putih dokter wajah pangeran itu tampak kaget menatap ke arah Marcha mata nya yang indah itu membuat Marcha merasakan perasaan panas di dada tatapannya tidak berbeda dari bagaimana lelaki itu menatapnya di tempat tidur sialan... kenapa dia bekerja disini? "bu Marcha, perkenalkan ini wakil direktur rumah sakit... Deven Christiandi Putra" kata Ingvar "pak Deven, ini bu Marcha Sharapova Rusli, ketua dewan direksi rumah sakit" Deven berdiri dan menjabat tangan Marcha ya ampun... Marcha merasa seluruh tubuhnya bergetar Marcha buru-buru melepaskan tangan nya karena Ingvar juga memperkenalkan semua devisi menejer disana kepada Marcha dan setelah acara perkenalan itu mereka rapat rapat nya berjalan lancar dan Marcha tau kalau Deven terus menatapnya Marcha harus bisa mengendalikan diri nya ia harus bisa memisahkan profesionalisme dengan urusan pribadi dan akhirnya di akhir rapat "pak Deven" panggil Marcha ketika semua orang membersihkan perlengkapan mereka Deven menoleh dengan kedua alis terangkat "ya bu Marcha?" "bisa kita bicara empat mata di jam makan siang nanti?" tanya Marcha "gue gak ikut?" tanya Ingvar menatap Marcha bingung "gue mau ngomong sama Deven" kata Marcha Ingvar terlihat bingung dengan sikap Marcha tapi jelas tidak bertanya lebih lanjut "sampai nanti pak Deven" kata Marcha tersenyum sembari berdiri Deven balas tersenyum juga Marcha kemudian berjalan keluar dari ruang rapat dan ke kantor nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD