Ex

895 Words
Marcha menatap ke arah manager Anneth dan Anneth sedari tadi Anneth menatap ke sekeliling lobby rumah sakit seperti sedang mencari seseorang Marcha mungkin bisa menebak siapa orang yang dicari superstar itu "jadi kesepakatan ini sudah deal ya?" tanya Risky manager Anneth "kami sebetulnya sudah bicara dengan manejemen Anneth, seharusnya sudah sesuai kesepakatan" kata Marcha mengangguk "ini rumah sakit tempat Deven Christiandi kerja khan?" tanya Anneth "maaf" kata Marcha "yang saya tau rumah sakit ini itu rumah sakit tempat Deven kerja" kata Anneth "kalau bukan, saya gak akan terima kerjaan disini" "Neth" tegur Risky "maksud anda wakil direktur rumah sakit kami?" tanya Marcha "oh Deven jadi wakil direktur?" tanya Anneth tampak kaget "kece gila ya" "Neth" tegur Risky tapi Anneth tampak tidak peduli "gue bisa ketemu dia?" tanya Anneth "pak Deven mungkin sedang sibuk" kata Marcha "kak Ris, besok aja deh kalau gitu tanda tangan kontrak nya" kata Anneth langsung "Neth, kenapa..." kata Risky kaget "gue terima kerjaan ini karena Deven tapi kalau ketemu Deven aja susah, buat apa?" tanya Anneth kesal "kontrak nya sudah disiapkan" kata Marcha "anda tanda tangan sendiri saja" kata Anneth gak sopan "okay, sebentar saya coba suruh pak Deven kesini" kata Marcha yang langsung menghubungi Deven "hallo Dev" "hallo" sapa Deven dingin seperti biasa nya "lo bisa ke lobby sebentar?" tanya Marcha "ke lobby, ada apa?" tanya Deven bingung "ini ada bu Anneth disini" kata Marcha "apa urusannya sama gue?" tanya Deven marah "dia mau ketemu lo" kata Marcha "kalau gak ketemu lo, dia bilang gak mau tanda tangan kontrak dengan rumah sakit" "selalu..." gumam Deven pelan lalu "ya udah, gue ke lobby sekarang" Marcha menutup teleponnya lalu ia menatap ke arah Anneth "sebentar lagi pak Deven datang" Anneth tersenyum senang entah kenapa tapi Marcha merasa tidak senang melihat sikap Anneth barusan bukan nya Deven dan Anneth sudah putus? kenapa Anneth masih mau bertemu dengan Deven? Deven juga tidak menolak Marcha tadi sempat berharap Deven menolak tak lama kemudian Deven datang ia memakai kemeja biru dengan jas putih dokter seperti biasa nya Marcha baru saja mau berkata tapi Anneth sudah berteriak histeris "Deven!!!" Anneth berlari dan memeluk Deven dan Deven tidak mendorongnya atau melakukan sesuatu untuk menjauhkan Anneth dari diri nya Deven malah mengelus lembut pundak Anneth "gue udah dateng, yuk tanda tangan kontrak nya Neth" kata Deven Anneth melepaskan pelukannya dengan wajah cemberut manja dia berkata "ketemu gue, lo cuman mau ngomongin kontrak?" "gue lagi kerja" kata Deven "gue gak bisa hubungi lo waktu gue tunangan sama Betrand" kata Anneth "gue sama Betrand mau undang lo" "gue lagi liburan di Bali" kata Deven "lo liburan ke Bali?, sama siapa?, lo udah punya pacar?" tanya Anneth terdengar posesif di telinga Marcha "gue liburan sama kak Prince, eh... hallo kak Risky" sapa Deven sopan dengan senyuman ramah seraya menjauhkan Anneth dari sisi nya "hai Dev, lama gak ketemu... lo beneran udah gak ambil job nyanyi ya?" tanya Risky yang mengulurkan tangan nya "gue sibuk sama urusan rumah sakit kak" kata Deven sembari menjabat tangan Risky "jadi kak Risky sama Anneth kesini mau tanda tangan kontrak ya?" "iya" kata Risky "Anneth maksa mau ketemu elo... gue jadi gak enak" alis Anneth melebar dan dia tersenyum senyuman yang membuat nya terlihat semakin cantik Marcha tidak yakin kalau Deven tidak terpesona dengan senyuman itu "gue kangen ama lo" kata Anneth lembut apa kata Anneth barusan? kangen sama Deven??? setelah dia nyakitin Deven, dia bilang kangen dan entah kenapa Marcha marah dan ingin membatalkan kontrak saat itu juga tapi untung saja jawaban Deven membuat Marcha bisa berpikir sehat "lo khan udah tunangan, kalau Betrand denger lo ngomong gitu... dia bakalan marah" kata Deven sabar "Betrand dewasa dan pengertian" kata Anneth "dia gak akan marah, apa lo masih marah sama gue?" Deven tersenyum samar menggelengkan kepala nya "enggak, kalau gue masih marah... gue pasti gak setuju lo kerja di rumah sakit ini khan" "oh gitu" kata Anneth mengangguk "lo punya cewek lain?" sekilas, sekilas saja tapi Marcha melihat kalau Deven menatap ke arah nya "gak punya, gue mau fokus di karir dulu" kata Deven nyengir "kalau lo mau bantuin gue fokus di karir, lo tanda tangan kontrak nya ya Neth" "ah lo mau peduli ama kontrak melulu, lo gak kangen gue apa Dev?" tanya Anneth "gue sering lihat muka lo di tv dan Billboard di jalanan" kata Deven "gue juga masih sibuk sama kerjaan" "sok sibuk" kata Anneth "ayo Neth tanda tangan, nanti gue telepon pak Raffi loh ya" kata Risky kesal "duh kak Risky, gue khan masih pingin ngobrol sama Deven" kata Anneth Risky hanya tersenyum samar sembari menyerahkan kontrak nya ke Anneth dengan wajah cemberut Anneth menandatangani kontrak nya "habis ini, gue bisa sering ketemu elo khan Dev?" tanya Anneth "maybe if I'm not busy" kata Deven "ehhmmm terima kasih ya bu Anneth, pak Risky" kata Marcha mengulurkan tangannya "semoga kerjasama kita berjalan lancar" "ya sama-sama" kata Risky menjabat tangan Marcha Anneth menjabat tangan Marcha ala kadarnya karena melihat Deven berjalan pergi Anneth mengikuti Deven, berjalan di samping Deven "maaf ya bu Marcha, saya harus..." kata Risky menatap ke arah Anneth "ah ya, silahkan pak Risky" kata Marcha dan entah mengapa melihat Deven berjalan bersama Anneth membuat perasaan nya sakit yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan fisik apalagi sedari tadi Deven seperti tidak menghiraukan nya padahal dia ada di depan mata kenapa ia merasa sakit hati dan kecewa? apakah dia jatuh cinta dengan Deven?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD