D u a p u l u h d u a

1102 Words

Nara dan Daffa tiba di stasiun Malang pukul 20.15 malam dia menggendong Daffa yang tampak tertidur pulas di bahunya. Senyumnya mengembang ketika seorang cowok berumur 20 tahun melambaikan tangannya ke arah Nara. "Kak sini!" Panggil cowok itu. Nara mendekat ke arahnya lalu menyerahkan Daffa ketika cowok itu meminta Nara menyerahkan Daffa padanya. "Kamu udah lama disini?" Tanya Nara. Cowok itu -Radit- yang merupakan adik bungsu Dela menunggunya distasiun ini. Atas dasar suruhan ayah dan ibunya sudah pasti. "Enggak sih, wong aku kesini jam 8 an tadi." "Syurkulah, aku fikir kamu kesini dari tadi hahaha!" "Enggak," Radit tertawa, lalu mengusap rambut Daffa. "Dia tidur pules banget kayanya kak, taro di belakang aja ya?" Kata Radit ketika mereka sudah sampai didepan mobil milik Radit. Nara m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD