“Apa ada sesuatu di wajah saya, Pak?” tanya Ali jengah karena Jackson sesekali melirik padanya padahal sekarang mereka sedang membahas laporan akhir tahun yang sudah terlihat titik akhirnya. Padahal dia sudah berusaha mengacuhkan hal itu sejak beberapa hari lalu, tapi pada akhirnya , dia tidak tahan juga. Dadanya sekarang berdebar bukan karena tersanjung diperhatikan si bos, tapi karena dia takut identitasnya ketahuan. Sudah dua hari ini Jackson sering meliriknya dan dia menganggap kalau bosnya itu mencurigai dirinya, apalagi semenjak malam dimana Jackson memanggilnya Lisa. “Tidak ada.” jawab Jackson sambil mengalihkan pandangannya saat matanya bersitatap dengan mata Ali. Sekarang setiap kali mereka bertatapan dia selalu teringat pada gadis kuncir kudanya, dan setelahnya jantungnya akan

