“Ali, tunggu!” teriak Jackson panik. Membayangkan Ali pergi darinya terlalu mengerikan. Dia mencintai Ali, Ali telah mengisi hari-harinya dengan kebahagian dan kehangatan cinta. Dia tidak pernah kesepian lagi, dia mencintai semua yang ada pada diri Ali, dia bahkan menyukai sifat Ali yang suka seenaknya dan suka berkompetisi dengannya. Mengejar Ali adalah sebuah kesulitan besar bagi Jackson, karena dia tahu kalau Ali bisa berlari sangat cepat. Dia meninggalkan mobilnya begitu saja di pinggir jalan, yang kemungkinan besar akan diderek dishub karena parkir sembarangan. “Tinggalkan aku sendiri!” teriak Ali tanpa menoleh. “Tidak. Kau harus mendengar penjelasanku dulu!” tolak Jackson yang juga sambil berteriak. Jackson terus mengejar Ali yang terus berlari melewati apartemen mereka hingga ke

