“Melindungi Sonya maksudmu? Bilang begitu begitu saja, koq, susah,” kata Ali sewot. Sebenarnya jika Jackson tidak menutupi seperti ini, dia tidak akan sekesal sekarang. Padahal sebenarnya Jackson hanya tidak ingin merasa ketempelan setan lagi kalau dia mengatakannya. “Bukan!” seru Jackson cepat. “Jadi ada wanita lain lagi yang belum kau ceritakan padaku?” tanya Ali datar namun Jackson mulai begidik lagi. Tuh, kan. “Lisa. Maksudku, yang kupikirkan saat itu adalah aku ingin bisa lebih hebat daripada Lisa. Aku tidak mau menjadi pecundang yang bahkan lebih lemah daripada gadis yang kusukai,” jawab Jackson cepat dan anehnya, suasana di mobil kembali tenang, sepertinya kondisi berubah menjadi kondusif lagi. “Oh, baguslah kalau begitu,” jawab Ali dengan nada biasa. Kekesalannya langsung terba

