BAB 12: MASUK KERJA

1047 Words
Ali sedang makan malam sendiri di mal saat ponselnya berbunyi. Dia menyeringai saat melihat kalau nomor yang dihubungi adalah nomor baru yang diberikan Morin padanya, tepatnya nomor ponsel Alisandra Purnama. Ponselnya menggunakan dua kartu sim, satu kartu simnya yang lama, satunya lagi kartu sim Alisandra Purnama. “Halo,” “Selamat malam, Ali. Saya Mario Darlie dari MM Corp.” “Selamat malam, Pak Mario. Apakah Anda ingin memberikan kabar baik untuk saya?” tanya Ali to the point. Seringai kembali menghias bibirnya. Hanya satu kemungkinan jika Mario Darlie yang menghubunginya sendiri di jam tujuh malam. “Anda benar-benar sangat percaya diri, ya?” tanya Mario sambil tertawa di seberang sana. “Tentu saja. Jadi kapan saya bisa mulai masuk kerja?” tanya Ali. “Besok jam delapan pagi datanglah ke MM Corp dan temui saya di lantai lima puluh dua. Nanti Jana akan mengantarkanmu ke ruanganku,” kata Mario yang masih tertawa. Bagaimana bisa ada pelamar yang tanpa basa basi langsung memastikan kalau dia menelepon untuk memberitahu kalau orang itu diterima bekerja. “Saya akan tiba tepat waktu.” kata Ali. “Baiklah. Saya hanya ingin memberitahu itu saja. Ralat, saya belum memberitahu, tapi Anda sudah meyakini pemikiran Anda sendiri,” ledek Mario. “Dan Anda tidak menyanggah pemikiran saya,” jawab Ali, lalu mereka berdua tertawa. Setelahnya Ali langsung memberitahu para sahabatnya kalau dia sudah diterima bekerja di MM Corp dan mereka kembali bergosip. Biar bagaimanapun Lisa adalah wanita, dia tetap suka bergosip walau hanya dengan orang-orang tertentu saja. **** Ali tiba di lantai lima puluh dua MM Corp jam tujuh lewat empat puluh lima menit dan ternyata Mario sudah tiba di kantor. Jana yang namanya disebutkan Mario semalam ternyata adalah sekertaris Jackson Martinez. Lantai lima puluh dua adalah ruang direksi. Di depan lift ada seorang resepsionis dan setelahnya lantai itu dibagi menjadi beberapa bagian, termasuk ruangan Jackson dan stafnya. Hanya ada dua ruangan yang merupakan area Jackson. Ruang kerja pria itu dan sebuah ruangan yang cukup besar berada di depan ruangan pria itu. Ruangan itu tidak memiliki pintu, ada tempatnya tapi tidak dipasang pintunya, jadi bentuknya memang sebuah ruangan besar tanpa pintu. Ada sebuah meja yang berada dekat dengan jalan masuk ruangan itu, yang sepertinya milik Jana si sekertaris. Disana Mario sudah berada di mejanya yang berada tepat di depan pintu ruang kerja Jackson. Di sebelah meja pria itu ada meja kosong, yang kemungkinan akan menjadi mejanya. Disisi lain ruangan itu berisi lemari file untuk menyimpan dokumen. “Kau sudah datang, Ali,” sapa Mario yang melihatnya datang. “Selamat pagi, Pak Mario,” sapa Ali. “Pagi. Ayo, sekarang aku akan mengenalkanmu pada Pak Jackson.” kata Mario dan Ali mengekori di belakang pria itu saat pria itu mengetuk pintu ruangan si bos. Tok tok Pintu terbuka tanpa menunggu jawaban dari pemilik ruangan. Jackson melihat Mario masuk bersama seorang pria kurus. Dia mengerutkan alisnya karena merasa pria itu terlalu kurus. “Selamat pagi, Pak Jackson. Ini Alisandra Purnama, asisten baru Bapak,” kata Mario memperkenalkan. “Selamat Pagi, Pak Jackson, nama saya Alisandra. Anda bisa memanggil saya Ali,” Ali memperkenalkan diri. “Kau yakin dia bisa melindungi diriku?” tanya Jackson pada Mario. “Ali memiliki sertifikat bela diri dan kemampuan menembaknya bagus. Dia juga sudah memiliki ijin menggunakan senjata. Kedua keterampilan itu telah dites dan hasilnya sempurna,” Jawab Mario. “Sebelumnya saya merupakan asisten Darius Hartadi dan saya telah dilatih khusus di Volle Guard. Saya memiliki sertifikat master di bidang bela diri dan keahlian menggunakan senjata saya sebaik pengawal terlatih di Volle Guard.” kata Ali yang berusaha menyakinkan bos barunya. Tubuh kurusnya tidak berarti dia lemah. “Mengapa kau berhenti menjadi asisten Darius Hartadi?” tanya Jackson penasaran. Dia tahu gaji yang diberikan Darius Hartadi besar, tapi memang pria itu memang selalu memilih asisten yang kompeten, yang memang layak menerima gaji yang besar. “Dua bulan lalu saya harus ke Amerika karena ada masalah keluarga yang tidak bisa diselesaikan dengan segera. Pak Darius tidak bisa menunggu saya kembali, sehingga dia mencari asisten baru.” jawab Ali. “Baiklah. Kuharap kau bisa bekerja sebaik Mario.” kata Jackson. “Saya tidak akan mengecewakan,” jawab Ali percaya diri yang membuat Jackson menyungingkan senyum tipis. Dia cukup penasaran dengan kemampuan Ali. Pria itu masih muda tapi sudah bisa menjadi asisten Darius Hartadi. Belum lagi kepercayaan dirinya yang tinggi akan kemampuannya sendiri. Semoga pekerjaan pria itu sebaik rasa percaya dirinya. **** Sepanjang hari itu Mario mengajari Ali sebagian dari pekerjaannya dan dia kagum dengan kemampuan Ali, pria itu seperti spons yang menyerap informasi apapun dengan cepat. Dia hanya perlu mengajari pria itu sekali dan setelahnya pria itu bisa mengerjakannya sendiri tanpa melakukan kesalahan. Ali memasang ekspresi terkejut saat Mario memberitahunya kalau pria itu hanya akan bekerja sampai hari jumat ini, karena itulah dia harus mengajari Ali selama tiga hari ini agar tidak kesulitan nantinya setelah dia sudah tidak disana lagi. “Aku akan mengajarimu sebisaku tiga hari ini, tapi jika nanti kau butuh bantuan, tidak masalah kau meneleponku, aku pasti akan membantu,” kata Mario memberitahu. “Baik.” jawab Ali. Ali juga membantu membereskan laporan akhir tahun MM Corp. Setidaknya dia bisa membantu mengerjakan bagian yang sudah dia pelajari tadi, sisanya dikerjakan oleh Mario dan Jackson. Sesekali dia memperhatikan interaksi Mario dan Jackson. Jika diperhatikan sepintas-sepintas seperti ini, kedua pria itu terlihat profesional, tidak terlihat sikap atau tindakan mencurigakan sama sekali. Dia baru sampai hotelnya jam sepuluh malam di hari pertamanya bekerja dan dia luar biasa lelah. Belajar beberapa hal baru sekaligus membuat otaknya panas dan butuh istirahat. Dia harus bisa menyerap sebanyak mungkin dari Mario sebelum pria itu berhenti. Dia langsung mandi dan bersiap tidur. Begitu banyak pesan dari para sahabatnya yang menanyakan hari pertamanya bekerja, yang dia abaikan sejak tadi karena terlalu sibuk. Dia membaca pesan-pesan itu dan hanya membalas kalau dia sangat lelah karena harus belajar sebanyak mungkin dari Mario sebelum pria itu berhenti kerja di hari jumat ini. Setelahnya dia memasang alarm agar besok bisa bangun tepat waktu dan setelahnya langsung tidur. Hari kedua tiba di kantornya, dia melihat kalau Jackson dan Mario sudah tiba di kantor sebelum jam delapan lagi. Seingatnya kemarin dia pulang lebih dulu dari kedua pria itu dan sekarang keduanya sudah tiba lagi di kantor? Sepertinya dua orang itu sangat gila kerja. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD