“Nanti siang aku ada pertemuan dengan teman-temanku. Aku ingin mengajakmu jika kau nganggur,” jawab Jackson sambil memperhatikan Ali yang sekarang mengambil buah mangga dari lemari es. “Aku mau bersantai saja di rumah. Kan, besok kita sudah berangkat ke Jepang,” jawab Ali yang sudha duduk lagi di kursi meja makan dan mulai mengupas mangga. Dia belum kenyang karena sarapannya tadi harus dibagi dengan Jackson. “Kalau begitu berarti kau menganggur. Ikut saja ke mal, nanti sekalian kita makan diluar.” kata Jackson memaksa. Tangannya mulai mencomot mangga yang baru dipotong dan diletakkan di piring oleh Ali dan membuat si empunya mengerutkan alis lagi. “Mangganya manis,” kata Jackson lagi tanpa merasa bersalah saat melihat wajah Ali cemberut, dia merasa wajah Ali yang seperti itu menggemaska

