Panas

1037 Words

Mona mundur dua langkah. Ternyata kemeja putih yang ia kenakan terkena tumpahan kopi. 'Sukurin. Dengan begini kamu pasti nggak akan bisa menemui Pak Arsen. Pulang aja sana!' batin Lusi. Meski wajahnya memasang rasa menyesal. Namun, Mona tahu ekspresinya itu dibuat-buat. Satu cangkir kopi panas mengenai tubuh Mona. Meninggalkan noda hitam serta rasa panas yang menjalari kulitnya. "Panas," lirih Mona. "Sorry, Mona. Aku benar-benar nggak sengaja. Aku mau kasih kopi ini ke Pak Arsen. Eh pas nggak lihat kamu dateng," ucap Lusi memberikan alibi. 'Bohong. Pak Arsen nggak minta kopi. Tapi dengan begini kamu akan dapet malu,' batin Lusi yang sesungguhnya. Mona menahan diri agar tidak marah. Bagaimana pun juga, kejadian itu terlihat tidak disengaja. Gadis itu pun mengelap-elap pakaiannya yang t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD