Arsen menatap pintu ruangannya yang kembali tertutup. Pria itu pun masih terkejut karena Mona tahu dengan apa yang dia sembunyikan selama ini. "A-apa jangan-jangan ... Mona bisa membaca pikiranku?" gumam pria itu sembari menutup mulutnya dengan tangan kanan. "Hah? Kalau begitu ... Berarti selama ini dia tahu dengan hal me.sum yang aku pikirkan tentangnya?" Wajah pria itu sudah merah padam. Sifat aslinya telah diketahui sang kekasih. 'Tapi ... Kenapa Mona mau menerimaku kalau dia tahu aku cowok me.sum? Aku harus menemuinya. Lagi pula dia sedang terluka,' pikir Arsen sembari beranjak dari duduknya. Pria itu pun segera menyusul sang sekretaris. Setelah keluar dari ruangan, dia langsung menemukan Mona yang tengah berjalan cepat menuju lift. Langkah Arsen yang panjang bisa dengan mudah mey

