Istri Yang Keras Kepala

1720 Words

Rumah sakit sore itu tampak sibuk. Lampu-lampu koridor menyala terang, langkah para perawat terdengar tergesa di lantai marmer yang mengilap. Di antara keramaian itu, sosok tinggi dengan jas hitam melangkah tenang melewati lobi utama. Sorot matanya dingin, wajahnya datar, dan langkahnya mantap seperti seseorang yang tahu persis ke mana ia akan pergi. Semua kepala seolah otomatis menoleh saat Abimana Narendra Tama melangkah masuk. Ia tidak membawa banyak orang, hanya dua pengawal pribadi yang berjalan beberapa langkah di belakang. Namun aura yang memancar darinya sudah cukup membuat suasana di koridor itu berubah tegang. Begitu sampai di depan ruang perawatan VIP, beberapa bodyguard berbadan besar segera menghadang. Mereka mengenakan pakaian hitam seragam dan berdiri tegak dengan wajah wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD