Kekayaan Abimana NARENDRA Tama

1515 Words

Beberapa menit setelah grup alumni mulai sepi, notifikasi pribadi muncul di layar Tiara. Nama pengirimnya membuat jantungnya berdebar pelan. Revan: Maaf ya, Ra. Aku takut kamu jadi males ikut reuni gara-gara tingkah mereka tadi. Padahal niatnya cuma mau seru-seruan. Tiara tersenyum kecil. Ia bisa merasakan ketulusan di balik pesan itu. Jari-jarinya menari di atas layar, mengetik balasan dengan tenang. Tiara: Santai aja, Rev. Semua baik-baik aja kok. Aku udah biasa. Balasan datang hampir seketika. Revan: Syukurlah. Aku cuma khawatir kamu tersinggung. Dulu juga mereka suka nyolot, ya. Aku harap kamu datang nanti, Ra. Biar bisa ngobrol langsung. Tiara membaca pesan itu sambil berpikir. Ada nada lembut yang terasa berbeda dari nada Revan di masa SMA. Ia membalas pendek. Tiara: Lihat nan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD