Ketika Istri Ketua Klan ....

1753 Words

Malam itu, setelah makan malam selesai, Abimana duduk santai di ruang tengah sambil membuka kancing bagian atas kemejanya. Tiara datang membawa dua gelas jus jeruk dan meletakkannya di atas meja. Ia lalu duduk di sofa sebelahnya, menyandarkan tubuh sebentar, menikmati keheningan rumah. Abimana menatap wajah istrinya yang tampak tenang. Suaranya terdengar rendah namun penuh makna. “Kamu masih bingung mau melakukan apa, Tiara?” tanyanya pelan. “Padahal saya sudah bilang, kamu bisa bebas gunakan uang milik saya. Tapi kenapa kamu keras kepala sekali?” Tiara tersenyum samar. Ia menatap gelas jus di tangannya, lalu menjawab lembut, “Walaupun suamiku punya uang banyak, aku nggak mau menghamburkan uang, Mas. Aku tahu rasanya susah cari uang. Aku pernah hidup dari apa pun yang ada di depan mata,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD