"Siapa di sana! Jangan sembunyi!" Tak lama kemudian... "Jangan berisik." Abimana menatap Juliana dengan tatapan mematikan. Mata Juliana membelalak, tubuhnya membeku di tempat. Ia benar-benar tak menyangka ada orang lain di ruangan itu. Dari balik pintu kamar mandi, seseorang melangkah keluar perlahan, mengenakan blazer hitam yang menutupi gaunnya. Raut wajahnya tenang, matanya menatap Juliana dengan sorot dingin dan tak tergoyahkan. "A-Apa? K-Kamu???" "Nggak! Kamu kan tadi ke toilet, kenapa kamu di sini??!" "Nggak mungkin!" "Ah, menjengkelkan sekali bersembunyi di sana," gumam Tiara. Tiara mendekat tanpa tergesa, sepatu haknya mengayun mantap di lantai marmer. "Kenapa lo bisa di sini b******k!!" pekik Juliana. "Apa lo bilang?" sahut Tiara. "b******k lo!!" umpat Juliana.

