Rahasia Di Ruang Eksekutif

1147 Words

Tiara masih terengah, bibirnya bergetar setelah direbut begitu saja. Matanya melebar, tubuhnya kaku menatap Abimana yang masih menahan wajahnya di jarak dekat. “Mas… kamu kenapa tiba-tiba—” Abimana tidak memberi kesempatan untuknya menyelesaikan kalimat. Suaranya berat, rendah, dan menusuk. “Saya paling tidak suka melihat orang lain menatap apa yang sudah menjadi milik saya. Terutama ketika itu adalah kamu.” Tiara terdiam. Napasnya tercekat, kata-kata itu menghantam tepat di dadanya. “Apalagi barusan,” lanjut Abimana, sorot matanya mengeras. “Kamu terlihat sangat menggairahkan. Dan tatapan pria itu… menjijikkan. Kamu pikir saya bisa diam? Tidak. Saya tidak akan pernah rela.” Tiara menelan ludah, matanya masih mengunci pada mata hitam pekat suaminya. Ada getar aneh di dadanya, campuran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD