Ciuman Yang Membungkam Amarah

1478 Words

Musik lembut mengisi studio pilates, suara instruktur memberi arahan dari depan. Tiara baru selesai gerakan awal, duduk sebentar di matras sambil mengatur napas. Botol minumnya ia raih, tapi belum sempat meneguk, ada suara wanita menyapanya dari samping. “Hai, aku tadi lihat gerakan kamu. Luwes banget, padahal keliatan baru pertama kali ikut.” Tiara menoleh. Seorang wanita cantik berdiri dengan senyum ramah. Tubuhnya tinggi, kulitnya terawat, aura percaya dirinya langsung terasa. Tiara tersenyum tipis. “Iya, baru coba. Jadi masih kaku banget.” Wanita itu tertawa kecil. “Enggak kelihatan kaku kok. Aku Safira.” Ia mengulurkan tangan. “Tiara.” Tiara menyambut uluran itu singkat. Safira tersenyum makin lebar. “Senang kenalan sama kamu, Tiara.” Tiara sempat terdiam sepersekian detik. Nam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD