Tiara membanting pintu kamar kerja sambil menggerutu. "Mereka ngamuk karena Safira tewas? Hei, yang nembak dia kan Milka, bukan kita. Mereka itu ngga tau apa kalau Safira itu bahaya?" Abimana duduk di kursi kerja, satu tangan memegang ponsel yang baru saja mengirim balasan pada Surya. Wajahnya tenang, tetapi ada ketegangan tipis di sorot matanya. Ia menoleh pelan ke arah Tiara. "Sayangnya, mereka hanya tahu versi yang ditampilkan ke publik. Safira dikenal sebagai putri dari pengusaha sukses. Perusahaan keluarganya tersebar di berbagai bidang dan negara. Reputasinya bersih, terhormat, dan menginspirasi." Tiara melipat tangan di d**a. "Padahal kenyataannya?" "Padahal dia keturunan langsung dari Wild Rose." Tiara mengerutkan kening. "Yang benar?" "Iya. Ayah dan ibu kandungnya tewas dala

