Adelia langsung tersentak, darahnya serasa berhenti mengalir. Jemarinya otomatis mencengkeram meja, wajahnya pucat. "Jangan ngomong sembarangan!" desisnya panik, matanya berkeliling memastikan tak ada yang mendengar. Kenzie tertegun sejenak, lalu tertawa kecil. "Eh, santai aja kali, Del. Gue cuma ngeledek. Masa iya sih beneran?" Adelia menelan ludah, jantungnya berdetak tak terkendali. “Nggak lucu, Kenz. Gue beneran nggak suka kalau lo ngomong sembarangan.” Kenzie mengangkat kedua tangannya, pura-pura menyerah. “Oke, oke. Sorry, Princess. Nggak bakal gue ulang lagi.” Meski begitu, senyumnya tetap menggelayut, seolah tak sadar kalau candaan tadi berhasil memantik ketakutan yang berlapis di d**a Adelia. Kenzie pun pergi ke kelasnya. Adelia menunduk, matanya terpaku pada buku catatan yan

