bc

In Danger

book_age16+
2.8K
FOLLOW
23.2K
READ
possessive
sex
one-night stand
teacherxstudent
badgirl
bitch
sweet
bxg
evil
enimies to lovers
like
intro-logo
Blurb

Kaella sadar, terjebak dalam hubungan tanpa status adalah hal paling i***t. Daripada berada dalam hubungan tak jelas semacam itu, mending cari yang lain, kan? Tetapi ia terlanjur jatuh dalam pesona Gabriel. Bos geng satu itu adalah pria dengan tempramen tak terduga. Jika sudah kesal, siapapun bakalan tamat di tangannya.

Seperti serigala liar, Gabriel tak pernah mudah untuk ditaklukan. Meski Kaella seringkali mampu menggoda, namun ia tetap tidak tahu apakah Gabriel menaruh hati padanya atau ia hanya dijadikan sebagai 'teman main' saja.

Hanya ada dua pilihan untuk Kaella. Mundur dan berbalik lalu aman. Atau terus maju demi mendapatkan hati Gabriel walaupun artinya ia harus berada dalam bahaya.

chap-preview
Free preview
Prolog

Klise. Kaella kesiangan. Ini hampir pukul tujuh dan ia tidak bisa membayangkan pengorbanannya harus ekstra sabar terjebak dalam kemacetan. Jakarta dan lalu lintas enggak pernah akur. Gadis dengan rambut hitam sedada itu buru-buru mencomot roti milik Haidar yang sudah diolesi selai kacang lalu melahapnya. Padahal Haidar sudah mangap lebar-lebar untuk mendaratkan roti dua lapis itu ke mulutnya sendiri.

"k*****t!" adalah u*****n pertama yang Kaella dapatkan di pagi yang mepet.

"Kembali k*****t," balas Kaella tak segan sambil memasang senyum ramah, mulutnya masih penuh dan buru-buru menelan roti lalu menggigit sisanya, matanya mengkilat menatap segelas s**u di meja makan.

Melihat kemana arah bola mata sepupunya, Haidar segera melindungi minuman itu. "Awas aja ya lo rampas semua kebahagiaan gue di pagi hari ini!" peringatnya protektif.

Dengan mulut penuh Kaella mendengus pendek. Tidak mau berdebat lebih rempong lagi, ia memilih menuang air putih dan meneguknya sampai tandas satu gelas. "Gue sumpahin kuburan lo sempit sampe tanahnya mentok ke p****t lo," seru Kaella. Haidar melotot tak terima.

Kaella segera berlari keluar, namun belum ada dua langkah tubuhnya langsung terjerembab, nyusruk akibat kesandung kaki sendiri.

Haidar yang melihatnya sontak menyemburkan tawa geli. Sama sekali tak kepikiran buat kasihan apalagi menawarkan uluran tangan. "Tuhan maha adil. Do'a buruk akan berbalik pada yang mendo'akan."

"Bangke lo!" Kaella meringis ngilu pada lututnya. Namun tak ada waktu untuk mengasihani diri sendiri. Dia langsung bangkit dan melangkah buru-buru keluar.

Melihat sepupunya yang menghilang di balik pintu, Haidar cuma geleng-geleng. Paling bentar lagi juga balik.

"Haidaar!" Kepala Kaella nongol lagi.

Tuh kan.

"Anterin gue, dong. Mobil masih di bengkel, Sera udah nyampe sekolah, gue nggak mungkin naik kopaja dan membiarkan wangi parfum Victoria Secret yang elegan ini bercampur sama ibu-ibu yang mau beli wortel sama kentang di pasar."

"Idih, ada butuhnya. Siapa elo?"

"Gue traktir bakso lava besok minggu!"

"Nah, gitu baru cakep."

Kaella memutar bola matanya. Dasar sepupu kentung! Melihat Haidar melangkah jumawa mendekat, Kaella jadi mengernyit menyadari satu hal. "Lo nggak sekolah?" tanya cewek itu. Seharusnya pagi ini sepupunya juga berangkat sekolah, mengingat mereka berada di tingkat yang sama, kelas dua belas namun memilih sekolah di tempat berbeda, Kaella di SMA sedangkan Haidar masuk jurusan teknik mesin di SMK. Namun alih-alih memakai almamater SMK Pemuda Nasional, Haidar malah koloran dipadu padankan dengan kaos oblong hitam tanpa lengan.

"Libur," balas Haidar singkat.

Alasan tak masuk akal macam apa itu? Dipikir Kaella bakal percaya begitu saja? Haidar, yang seharusnya sudah lulus tahun ini tapi sekarang malah mesti mengulang lagi kelas dua belas akibat tidak lulus, beralibi libur sekolah padahal Kaella tahu bagaimana padatnya kegiatan di tingkat akhir masa SMA.

"Libur sendiri sih kalau elo tuh."

Haidar nyengir. "No comment."

Sungguh Kaella tidak paham dengan cara kerja otak para manusia seperti Haidar yang masih bisa makan santai dan bolos sekolah tanpa khawatir apapun. "Ngeri gue, entar gue lulus kuliah dan lo udah jenggotan masih belum lulus juga."

"Wah, ide bagus. Awet muda, dong."

Kalau tidak ingat Haidar lebih tua satu tahun, Kaella sudah menggetok kepala batu itu. "Buru ah gue telat!"

Haidar segera mengeluarkan motornya dari garasi. Sebenarnya Kaella tengsin dianterin cowok yang cuma pakai kolor dan kaos oblong doang macam Haidar, menurunkan harga diri banget, deh. Andai bukan karena kepepet, dia lebih baik pura-pura enggak kenal sama Haidar yang lebih mirip anak tukang kebun daripada penerus bisnis restoran ternama milik Om Tara.

Kelebihan mengendarai motor itu enak buat selap-salip diantara jejeran mobil yang terjebak kemacetan, dan cukup efektif mengurangi resiko keterlambatan. Kaella menarik nafas lega saat sampai lima menit lebih cepat dari perkiraan. Akhirnya dia tidak terlambat. SMA 71 masih sering menghukum siswanya yang terlambat dengan membersihkan toilet, dan Kaella belum kepingin ngelap-ngelap wastafel di pagi hari.

"Kaku, Kael!"

Kaella mengernyit. "Apanya?"

"Bulu ketek gue. Ngebut-ngebutan pake lekbong bikin bulu ketek gue jempet. Sisirin deh pake jari lo," Haidar memaksa tangan Kaella menyentuh ketiaknya. Kaella menjerit histeris mencoba menarik tangannya, hampir saja ujung kukunya menyentuh bulu hitam lebat mengerikan itu. Iew!

"Jorok banget, sih!"

Haidar cengengesan. "Btw, si b*****t Gabriel ngapa mendelik-mendelik ke gue, ya? Mau sisirin bulu ketek gue apa gimana?"

Kaella mengerjap-ngerjap mengikuti arah pandang Haidar. Di depan pos satpam berdiri seorang cowok berwajah tegas dengan tatapan dalam sedang memperhatikannya. Dia Gabriel, ketua geng terkenal yang biasa disebut Rajawali. Si dingin nan misterius, beringas banget kalau lagi di medan perang. Kalau sudah melirik, tatapannya serasa menguliti. Dan selamat Kaella, kamu sekarang lagi dikuliti.

"Iseng doang," Kaella membalas gusar. Dengan tidak sabar ia mendorong-dorong Haidar. "Udah sana pulang, ah. Gue mau masuk."

Hampir saja Haidar kejengkang dari motor besarnya. "Buset, Kael! Bukannya makasih malah ngusir. Sepupu durhaka lo, ye. Salim dulu!" Haidar menyodorkan tangan kanannya.

Kaella memejamkan matanya geregetan. "Ribet lo!" Mengalah, ia segera menyalami tangan Haidar. "Sana sana!"

"Iyaa!"

Haidar menyalakan mesin motor. Sebelum benar-benar putar balik, raut wajah konyolnya berubah tajam ketika berpandangan dengan Gabriel —yang masih menatapnya.

Memastikan Haidar benar-benar pergi, Kaella menarik nafas panjang lalu melangkah melewati gerbang, mengabaikan Gabriel yang tak lepas memperhatikannya dengan Haidar daritadi.

Merasakan seseorang yang mengikutinya begitu dekat, Kaella mempercepat langkahnya yang pendek. Tetapi itu tak berlangsung lama, sebab sebuah tangan kekar menarik lengannya sampai tubuh cewek itu limbung terbawa dan menabrak d**a bidang sang pemilik tangan.

"Ega!" Kaella menepuk d**a itu kesal.

"Kenapa nggak nelpon gue aja kalau telat?" suara bariton khas laki-laki itu terdengar berat, entah kenapa Kaella sampai merinding mendengarmya.

"Mana sempat," Kaella mencoba melepaskan cekalan tangan Gabriel, namun sia-sia. "Lagian kalau lo jemput yang ada malah adegan tinju-tinjuan sama Haidar. Nggak."

"Ck," Gabriel mendecak. Lalu cowok itu melepaskan lengan Kaella dan berlalu dengan wajah keruh. Kaella yang ditinggalkan begitu saja langsung melongo heran mengiringi punggung Gabriel yang menjauh pergi. Tanpa Kaella duga, saat Gabriel berpapasan dengan seorang siswa, tangan cowok itu langsung mengarahkan kepalannya pada wajah siswa yang lagi lewat, sampai kejengkang. Tanpa merasa bersalah, Gabriel melanjutkan langkahnya.

Lihat. Gabriel itu susah ditebak. Menyeramkan. Tidak terduga. Tak ada yang berani melawannya di sekolah ini, tapi di luar sana musuhnya banyak. Celakanya, salah satu musuh Gabriel adalah sepupu Kaella sendiri, Haidar.

Yang lebih lebih lebih dari celaka adalah Kaella memiliki hubungan tidak jelas dengan Gabriel. Entah harus disebut apa. Hubungan tanpa status? Kaella sendiri tidak bisa menebak apa yang dirasakan Gabriel kepadanya. Perihal seperti apa sosok Kaella dalam pikiran dan hati Gabriel saja tidak ada yang tahu.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

BOSS MESUM (Bahasa Indonesia)

read
299.9K
bc

Abrianna

read
213.6K
bc

Call Girl Contract

read
279.9K
bc

Fault Love

read
992.5K
bc

Rewind Our Time

read
148.9K
bc

MANTAN SUAMIKU (BAHASA INDONESIA)

read
351.8K
bc

Nonieseindria

read
233.0K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play