Chapter 42

1446 Words

Yang namanya berjuang itu memang tak mudah. Kadang saking tak sanggup, ada yang menyerah di tengah jalan. Bagaimana dengan aku? Apa aku juga harus menyerah ditengah jalan? Atau aku tetap harus berjuang dan lanjut? ~ Langkahku menuju kantin rumah sakit terhenti saat kudengar seseorang memanggilku. Dengan mantap, kuputar tubuhku untuk melihat siapa yang memanggil. Dan ternyata Icha. Gadis yang kutahu sahabat dari Arya. Aku tak beranjak dari tempatku berdiri, sampai gadis itu sendiri yang menghampiriku. Langkah gadis itu terhenti di hadapanku. Dia menatapku dengan tatapan jijik. Atau lebih bisa dikatakan sebagai tatapan permusuhan. Takut? Tidak sama sekali. Aku sudah menang satu langkah darinya. Atau mungkin akan mendekati dua. Pertama, aku dan Arya sudah sangat dekat. Bahkan aku sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD