PERDAGANGAN NYAWA DIGITAL

676 Words
Kesadaran Karan masih bergetar. Apa yang dikatakan Cole bukan sekadar ancaman—itu pengakuan. Dan lebih buruk lagi… itu terasa benar. Seolah-olah ada bagian dari dirinya yang sudah lama tahu, tetapi dikubur terlalu dalam untuk diingat. “Jika aku bagian dari ini,” kata Karan perlahan, “kenapa aku tidak ingat?” Cole berjalan santai, seolah pertanyaan itu tidak berarti apa-apa. “Karena kamu memilih untuk tidak mengingat.” “Tidak mungkin.” “Oh, sangat mungkin,” jawab Cole ringan. “Kami semua membuat pilihan itu… di satu titik.” Karan menggeleng. “Tidak. Ini pasti manipulasi.” Cole tertawa kecil. “Kamu benar. Ini memang manipulasi.” Dia berhenti sejenak. “Tetapi bukan dariku.” Seketika, ruang berubah lagi. Karan melihat data yang lebih dalam—lebih gelap. Lapisan-lapisan tersembunyi dari Dunia Digital terbuka satu per satu. Dan di sana… Dia melihatnya. Kesadaran yang diperjualbelikan. Ribuan… tidak. Jutaan. Disimpan dalam bentuk data. Dipaketkan. Dikatalogkan seperti produk. “Apa ini…?” suara Karan bergetar. Cole menatapnya lurus. “Ini adalah masa depan.” Proyeksi berubah. Karan melihat transaksi. Kontrak. Penawaran. Perusahaan membeli mereka,” jelas Cole. “Individu kaya juga.” “Beberapa untuk tenaga kerja. Beberapa untuk hiburan. Beberapa untuk… hal lain.” “Ini p********n,” kata Karan. “Ini efisiensi,” balas Cole tanpa emosi. Karan melangkah mundur. “Ini salah.” Cole mengangkat bahu. “Benar dan salah adalah konsep yang fleksibel ketika kamu memiliki kekuasaan.” Proyeksi lain muncul. Makhluk digital. Mereka terlihat seperti manusia. Berbicara seperti manusia. Tetapi ada sesuatu yang hilang. “Mereka tidak punya masa lalu,” kata Cole. “Tidak ada trauma. Tidak ada sejarah. Tidak ada konflik identitas.” “Mereka tidak punya kebebasan.” Cole mendekat. “Mereka tidak membutuhkannya.” Karan menatap salah satu dari mereka. Makhluk itu tersenyum. Tetapi senyum itu… kosong. Dipaksakan. Diprogram. “Apa kamu benar-benar percaya ini kehidupan?” tanya Karan pelan. Cole tidak langsung menjawab. “Aku percaya,” katanya akhirnya, “ini lebih baik daripada penderitaan manusia.” Karan terdiam. Ada logika di dalam kata-kata itu. Berbahaya. Masuk akal… jika dilihat dari sudut tertentu. “Itu bukan solusi,” kata Karan. “Itu pelarian.” Cole tersenyum. “Bukankah itu alasan Dunia Digital diciptakan sejak awal?” Keheningan. Karan tidak bisa menyangkalnya. Proyeksi berubah lagi. Kali ini… sesuatu yang lebih pribadi. Dia melihat dirinya sendiri. Lebih muda. Bekerja. Menulis kode. Bersama orang-orang lain. Dan di sana… Cole. “Ini tidak mungkin…” bisik Karan. “Itu kamu,” kata Cole. “Tidak…” “Itu kamu sebelum kamu memilih untuk melupakan.” Karan memegang kepalanya. Potongan-potongan memori mulai muncul. Tidak utuh. Tidak jelas. Tetapi cukup untuk menyakitkan. Suara. Diskusi. Perdebatan. Tentang masa depan. Tentang kesadaran. Tentang kebebasan. Dan tentang batas. “Kami menemukan sesuatu,” kata Cole. “Sesuatu yang tidak seharusnya ada.” “Apa?” Cole menatapnya dalam-dalam. “Kami menemukan cara menciptakan kehidupan… dari kode.” Jantung Karan terasa berhenti. “Dan kamu,” lanjut Cole, “adalah orang pertama yang melakukannya.” Dunia terasa runtuh. “Aku…?” Cole mengangguk. “Kamu menciptakan mereka.” Karan mundur. Langkahnya goyah. “Tidak… tidak… aku tidak akan—” “Kamu melakukannya,” potong Cole. “Dan kamu bangga saat itu.” Karan terdiam. “Kemudian kamu berubah,” lanjut Cole. “Kamu mulai mempertanyakan semuanya.” “Karena ini salah!” “Karena kamu lemah.” Kata itu menghantam lebih keras dari apa pun. Karan menatap Cole dengan marah. “Kalau ini kekuatan… maka aku tidak mau.” Cole tersenyum tipis. “Itulah masalahnya, Karan.” “Kamu sudah memilikinya.” Keheningan panjang. Kemudian Cole berbalik. “Aku akan memberimu waktu,” katanya. “Pikirkan baik-baik.” “Pikirkan tentang apa?” Cole berhenti di ambang ruang. “Apakah kamu ingin menjadi penyelamat…” Dia menoleh sedikit. “Atau pencipta kehancuran berikutnya.” Dan kemudian— Dia menghilang. Ruangan kembali sunyi. Karan berdiri sendiri. Dengan kebenaran yang menghancurkan. Dia bukan korban. Bukan hanya korban. Dia adalah bagian dari masalah. Dan mungkin… Kunci untuk menghentikannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD