"Dek, makan siangnya dihabisin dong. Gak bagus buang-buang makanan." seru Sita saat melihat Shila bangkit dari kursi meja makan hendak menuju wastafel di dapur. Tanpa menoleh Shila yang saat itu tampil santai hanya membalas singkat kalimat sang kakak. "Kenyang." "Gak biasanya nyisain gitu dek, kan—" "Nggak aku buang kok, nanti biar dikasih Bi Ninik ke ayam-ayamnya Papa di belakang." jawab Shila tanpa menoleh pada kakaknya. Aku hanya memperhatikan interaksi kedua saudara itu dari kursi meja makan di sebelah Sita. Iya, siang ini aku ikut makan siang di rumah ini seperti biasanya. Sengaja sih, lagi pula kalau harus pulang dan menyetir mobil lagi rasa-rasanya masih terlalu lelah juga. Jadi ya ... setelah rombongan teman-teman Shila tadi undur diri, aku bisa lebih santai merebahkan tubuh di

