“Alhamdulillah … akhirnya diangkat juga.” desisku ketika gadis di ujung sana mengangkat panggilanku. Sejak pagi entah sudah berapa kali aku mencoba menghubungi Shila. Dan baru sekarang, setelah sekitar tiga jam setelahnya, barulah sahabatku itu merespon. “Assalamu’alaikum.” sapa Shila dari seberang sana. “Wa’alaikumsalam. Kamu kemana aja Shila? Astaga, kayaknya sibuk banget sampe cuekin aku sejak balik ke Malang kapan hari itu.” sahutku menghembuskan napas lega. “Sorry sibuk.” jawabnya singkat, padat, jelas. “Bukannya libur satu minggu ya, makanya balik ke Malang?” Ada hening beberapa detik sebelum Shila menjawab tanya yang aku lemparkan. “Hmm, awalnya sih emang pengen liburan, refresing biar otak seger lagi. Tapi ternyata begitu pulang ke Malang malah bikin otak ambyar.” Ambyar? A

