Baru kali ini aku menemukan hal yang membuat sakit kepala secara tiba-tiba, selain karena skripsi atau client butik yang terlalu banyak permintaan tentunya. Dan, hal yang membuat kepalaku pusing mendadak adalah air mata Shila saat kami bertemu siang tadi. Ternyata benar tebakan Sita, bahwa berubahnya sikap Shila tak lain dan tak bukan adalah karena diriku sendiri. Masih sangat jelas kalimat Shila yang menyentak kesadaranku siang tadi. Juga redup di kedua netra gadis itu saat mengatakan betapa kecewa dirinya karena mengetahui hubunganku dengan kakaknya saat ini. Inginnya sih gak percaya, tapi dari pengakuan yang aku dengar tadi, terlihat sekali kalau Shila sedang tak main-main dengan ucapannya. “Kita kenal dekat hampir lima tahun, pikiran kamu kemana aja sih Ical?” “Maksudnya gimana Shil

