happy reading Rangga memandang penuh tanya pada wajah mamanya yang terlihat lusuh, dan muram meleweti dirinya yang tengah menonton di ruang keluarga menuju kamar, Bahkan sapaannya tidak di sahut, membuat Rangga mengikuti dengan takut-takut langkah mamanya dari belakang. Di lihat dari wajah memerah mamanya, kayaknya mama lagi marah. Simpul anak yang berusia delapan tahun itu. Rangga dengan mudah menggapai telapak tangan mamanya, dan menggenggamnya erat. Membuat langkah lemas, dan pelan Shasa terhenti. Rangga mendongak polos, menatap lama pada wajah mamanya yang tengah balas menatapnya juga. "Mama kenapa? Rangga panggil nggak di sahut."Tanya Rangga dengan suara polosnya. "Mama marah? Kecewa? Terluka? Uang Belanja habis? Uang belanja habis tenang aja, uang papa banyak."Ucap Rangga

