Bab 11

1203 Words
Setelah Hana meninggalkan Derris yang kebingungan di pinggir jalan. Derris terus menghubungi ponsel Hana tanpa henti. Namun nihil. Hana tidak menjawab panggilannya, semua pesan yang di kirim Derris pun belum ada satu pun yang di balas oleh Hana. Derris pun akhirnya pulang dan akan mencoba menghubungi Hana setelah ia sampai di tempat kostnya. Derris merebahkan badannya di atas kasur menatap langit-langit kamarnya. Ia menerawang jauh pada kejadian tadi siang. Derris berpikir, apakah dirinya membuat kesalahan dengan salah berbicara atau melakukan tindakan yang membuat Hana marah, namun sepertinya tidak. Karena Derris merasa hari ini ia tidak menggoda Hana dengan keterlaluan. Bahkan hari ini Hana terlihat santai dan bahkan banyak tersenyum dengan tingkah konyol yang Derris lakukan. Meskipun pada akhirnya Hana memukul Derris agar ia tidak berbuat ulah dengan keterlaluan. Terlebih selama dua minggu terakhir Derris dan Hana berpacaran kembali, Hana tidak terlalu kasar seperti saat pertama kali mereka berpacaran. Derris menghembuskan nafas pelan lalu mencoba menghubungi kembali nomor Hana. Dan kali ini nomor Hana sudah tidak aktif. Ingin rasanya ia pergi menemui Hana ke rumahnya. Namun akal sehatnya melarang, ia tidak ingin menambah masalah untuk Hana. Hana sudah mewanti-wanti Derris agar tidak datang ke rumahnya, karena kedua orangtua Hana belum mengetahui hubungannya dengan Hana. Besoknya Derris datang lebih pagi menunggu Hana di halte seperti biasa. Namun satu jam di halte orang yang di tunggunya tak kunjung datang. Derris pun akhirnya terpaksa menaiki bis dan akan mencoba mencari Hana di sekolah. Dikelas Hana pun tak nampak terlihat, hanya ada Sera dan Arin yang sedang mengobrol di tempat Hana. Derris yang setengah mati penasaran dengan keadaan Hana lalu mendekati Sera dan bertanya tentang Hana. "Hana belum datang?" tanya Derris pada Sera. "Err. hari ini Hana tidak masuk. Hanya itu pesan pagi tadi yang dia kirim padaku." kata Sera dengan ragu, hari ini Derris terlihat cukup kacau dengan kantung matanya yang hitam seperti kurang tidur. Derris pun mengangguk mengerti lalu mengucapkan terima kasih dan pergi kembali ke kelasnya. Sera yang melihat Derris berjalan gontai kembali ke kelasnya merasa iba. Ingin rasanya ia mengatakan bahwa Hana sedang dalam keadaan sangat tidak baik. Kemarin sore Hana ke rumah Sera dengan keadaan yang sangat kacau sama seperti dua tahun yang lalu. Ia menceritakan semua kejadian yang tanpa sengaja bertemu dengan Ricky kembali setelah dua tahun Ricky melarikan diri. Kabar yang Sera dengar setelah Ricky hampir melakukan p*********n pada Hana, ia lalu pindah sekolah keluar kota dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga sekarang. Sera yang melihat Hana lalu menyuruhnya untuk menginap di rumah Sera. Sera sangat khawatir dengan keadaan Hana, terlebih dengan Derris yang sepertinya terus saja menghubungi Hana, namun tidak ada jawaban dari Hana. Dengan sifat Hana yang begitu dingin dan juga keras kepala, Sera sangat yakin bahwa Hana tidak akan menceritakan masa lalunya itu pada Derris. Sera pun ragu untuk menceritakan semuanya kepada Derris karena ia tidak mau ikut campur terlalu jauh dengan hubungan asmara Hana. Sera hanya ingin Hana belajar bijak dengan menyelesaikan masalahnya sendiri. *** "Hana sebaiknya hubungi Derris sekarang dan ceritakan semuanya yang telah terjadi." kata Sera yang baru saja sampai di kamar Hana lalu duduk di tepi ranjang Hana. "aku yakin Derris akan mengerti, dia tidak seperti si b******k itu." sungut Sera tidak ingin menyebut nama Ricky dengan mulutnya. Hana duduk di tepi ranjang dan menatap Sera yang berada di depannya merasa ragu. "Sifat mereka sama Sera." kata Hana dengan tatapan mata yang kosong. Sera menganga tak percaya dengan jawaban Hana. "Sama dari mana?" tanya Sera kesal. Jelas-jelas mereka sangat berbeda pikir Sera. Hana menghembuskan nafas pelan. "Mereka sama-sama memiliki sifat ceria dan yang pasti ada beberapa persamaan lainnya yang tidak ingin aku sebutkan." "Mereka tidak sama. Meskipun mereka sama tapi aku yakin Derris tidak akan menyakitimu. Derris seratus persen lebih baik dan tidak akan berani berbuat macam-macam padamu." kata Sera berapi-api membela Derris. Meskipun Sera tidak yakin bahwa Derris tidak akan menyakiti Hana, namun yang jelas saat ini Derris sangat menyukai Hana dan juga sedang khawatir dengan keadaan Hana jadi sudah sedikit ada bukti. Bukan? Hana naik ke atas tempat tidurnya dan merebahkan badannya. "Aku lelah, sebaiknya kau pulang." Sera berdecak dengan kesal. "Baiklah, tapi pikirkan yang aku katakan barusan." Sera pun lalu pamitan pulang pada Hana. Keesokan paginya Hana di antar ayahnya pergi ke sekolah, ia memilih untuk menghindari Derris saat ini. Meskipun di sekolah mau tidak mau Hana pasti akan bertemu juga dengan Derris. Derris akhirnya bisa bertemu dengan Hana di sekolah. Namun kini Hana menjadi pendiam dan setiap di tanya Derris pun Hana menjawab seadanya. Hana pun kini tidak marah atau protes seperti biasanya saat Derris menggodanya. Hana malah diam dan memilih pergi berlalu meninggalkan Derris. Setiap telepon dan pesan yang Derris kirim pun tak pernah sekalipun ada balasan dari Hana. Sudah satu minggu Hana berubah, ia tau sifat Hana memang dingin. Namun kali ini berbeda, Hana seperti sedang menghindari Derris dan menutup rapat-rapat masalanya. Derris yang kesal dengan sifat Hana pun akhirnya memberanikan diri bertanya perihal sesuatu yang mengganjal di hari terakhir mereka berkencan di cafe. "Hana." panggil Derris pelan ketika mereka sedang berjalan pulang dan Derris sedang mengantarkan Hana sampai di depan rumahnya. "Hmm." gumam Hana sambil terus berjalan dengan tatapan yang akhir-akhir ini terlihat sedikit kosong. "Ada yang ingin aku tanyakan." lalu Derris menghentikan langkahnya. "apakah perubahan sifatmu ini ada hubungannya dengan lelaki yang terakhir kita temui di cafe?" seketika Hana mematung dan menghentikan langkahnya tanpa membalikan badannya menghadap Derris. Sebenarnya Derris tidak ingin bertanya pada Hana perihal lelaki yang di temui mereka tempo hari di cafe. Namun tatapan tajam dan senyum mengejek dari lelaki itu, ketika Derris sedang mengejar Hana keluar dari cafe sangat mengganggunya. Seolah-olah mengatakan bahwa ia sangat tidak pantas untuk Hana. Kini terbukti saat Derris menanyakan soal itu Hana langsung menghentikan langkahnya dan langsung berubah kaku. "Benar Hana?" tanya Derris sekali lagi meminta jawaban. "Bukan urusanmu." geram Hana. "Bukan urusanku?" Derris tertawa mengejek lalu berjalan mendekati Hana yang hanya beberapa langkah darinya. "Hana. Lihat aku." pinta Derris sambil memutar tubuh Hana agar menghadapnya. Hana menurut, tidak ada penolakan dari Hana. "Kamu tahu aku sangat menyukaimu, aku juga ingin kamu bisa berbagi masalah denganku." berhenti sejenak lalu Derris menarik nafas pelan. "aku janji aku akan membantumu sebisaku. Oke?" Hening. Tidak ada jawaban dari Hana. Hana hanya menunduk beberapa saat. Semenjak Hana bertemu dengan Ricky kembali. Perasaannya sangat hancur dan juga campur aduk, ia merasa jijik kepada dirinya sendiri, karena sudah tertipu dengan pacar pertamanya sendiri yang terlihat begitu baik dan perhatian. Namun ternyata sangat b******k. Kini Hana sangat bingung dan Hana harus memutuskan apakah saat ini waktu yang tepat untuk memberitahu Derris ataukah ia harus mengumpulkan keberaniannya terlebih dahulu. "Kenapa aku harus menceritakannya padamu?" tanya Hana pelan lalu mengangkat wajahnya perlahan. Padahal ia sudah berusaha berpikir keras namun hanya pertanyaan bodoh itu yang terlontar. Kini terlihat wajah Derris dengan ekpresi terkejut melihat Hana. Derris menggeleng pelan sambil tersenyum samar tidak percaya dengan pertanyaan yang baru saja Hana katakan. "Karena aku pacarmu Hana, itu sudah jelas." Derris mati-matian menahan amarahnya terhadap sikap Hana. "Tidak ada yang ingin aku ceritakan padamu." kata Hana sambil membalikan badannya melangkah pergi meninggalkan Derris. "Kalau kamu pergi tanpa penjelasan apapun, aku akan ambil kesimpulan sendiri. Tidak masalah bukan?" kata Derris. Hana pun menghentikan langkahnya. "Terserah." Hana lalu berjalan pelan meninggalkan Derris.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD