bc

Istri yang Tak Diinginkan,Benci jadi Obsesi

book_age16+
56
FOLLOW
1K
READ
family
arranged marriage
badboy
billionairess
heir/heiress
tragedy
city
polygamy
like
intro-logo
Blurb

Seorang wanita bernama Aurelia Vanesha, lahir dari keluarga konglomerat yang disegani. Dari kecil, hatinya hanya tertuju pada satu pria,Adrian Leonhart, cinta pertamanya yang dingin, arogan, dan tidak pernah percaya pada cinta. Adrian, baginya, adalah takdir yang ingin dia genggam meski berduri. Dengan segala cara, Aurelia berhasil menikah dengannya. Namun, pernikahan itu bukanlah surga yang ia bayangkan, melainkan neraka tanpa pintu keluar.

chap-preview
Free preview
Bab 1
Langit sore itu berwarna kelabu, seakan ikut merasakan perasaan seorang gadis yang tengah duduk di tepi jendela kamarnya yang megah. Aurelia Vanesha, putri bungsu dari keluarga Vanesha yang kaya raya, mengenakan gaun putih sederhana. Rambut hitamnya tergerai lembut, kontras dengan tatapan matanya yang kosong, namun penuh dengan kerinduan. Dari kejauhan, ia melihat seorang pemuda berdiri di halaman rumah tetangga yang tak kalah megah. Sosok itu tegap, tinggi, dengan sorot mata tajam yang bahkan dari jauh saja bisa menusuk. Pemuda itu adalah Adrian Leonhart. Namanya bergaung di telinga semua orang, bukan hanya karena ia pewaris keluarga Leonhart yang berpengaruh, tetapi juga karena karakternya yang dingin, arogan, dan sulit didekati. Orang-orang mengatakan Adrian adalah gunung es indah dari jauh, namun mustahil dipeluk tanpa terluka. Namun bagi Aurelia, ia adalah matahari yang tak pernah padam. Sejak kecil, Aurelia jatuh cinta padanya, meski cinta itu seperti pedang bermata dua mendekat membuatnya berdarah, menjauh membuatnya hampa. “Dia… terlalu sempurna,” bisiknya lirih, jari-jarinya menyusuri embun di kaca jendela. Namun di samping Adrian, selalu ada sosok lain Evelyn. Wanita muda dengan wajah malaikat, senyum lembut, dan tutur kata manis yang membuat semua orang jatuh hati. Semua, kecuali Aurelia, tahu bahwa Evelyn menyimpan sesuatu yang gelap di balik wajahnya yang polos. Aurelia pernah melihat sendiri, bagaimana tatapan Evelyn berubah menjadi dingin ketika hanya mereka berdua yang bertemu. Namun, bukti itu hanya milik Aurelia, tak pernah bisa dibagikan kepada siapa pun. Bagi Adrian, Evelyn adalah pusat dunianya. Senyuman Evelyn mampu meruntuhkan dinding dingin yang ia bangun, dan Aurelia tahu, di sanalah letak luka terdalamnya. Hari itu, di ruang keluarga besar, Aurelia mendengar percakapan yang mengubah segalanya. Ayahnya, Tuan Vanesha, sedang berbicara dengan ibunya. “Pernikahan dengan keluarga Leonhart akan memperkuat posisi kita,” ujar ayahnya dengan nada serius. “Apa Adrian mau?” tanya sang ibu ragu. “Kalau dia tidak mau, kita akan memastikan dia tidak punya pilihan. Uang dan kekuasaan bisa mengikat siapa pun, bahkan Adrian Leonhart.” Aurelia menahan napas. Dadanya berdegup kencang. Kata “pernikahan” berputar-putar di kepalanya seperti mantra suci. Ia tahu, kesempatan itu datang bukan karena cinta Adrian, melainkan karena rencana keluarga. Namun apa pedulinya? Selama ia bisa berdiri di samping Adrian, meski dengan cara licik, ia rela. Malam itu, Aurelia berdiri di depan cermin. “Aku akan jadi istrinya. Aku akan membuat dia melihatku, suatu hari nanti.” Tatapannya penuh tekad, meski hatinya tahu jalan yang akan ditempuh penuh luka. Hari demi hari berlalu. Kabar pertunangan Aurelia dengan Adrian mengguncang kalangan sosialita. Banyak yang terkejut, tak sedikit yang mencibir. “Apa yang dipikirkan keluarga Leonhart? Adrian yang sempurna menikahi Aurelia yang hanya terkenal karena uang keluarganya?” “Dia pasti dipaksa.” “Kasihan Evelyn… dia sudah lama bersama Adrian.” Bisikan-bisikan itu terdengar sampai ke telinga Aurelia, tapi ia pura-pura tuli. Ia hanya ingin meyakinkan dirinya bahwa yang terpenting adalah duduk di sisi Adrian, bukan pendapat orang lain. Pertemuan pertama setelah pertunangan itu membuat Aurelia merasakan dinginnya neraka. Adrian menatapnya tanpa emosi, bahkan dengan kebencian yang jelas. “Kau puas?” katanya dingin, suaranya seperti belati yang menusuk d**a. “Apa maksudmu?” Aurelia berusaha tenang, meski tangannya bergetar. “Kau pikir aku tidak tahu? Semua ini permainan keluargamu. Kau ingin menikah denganku? Kau menang. Tapi jangan pernah berharap aku akan mencintaimu.” Aurelia terdiam, wajahnya memucat. Ia tahu Adrian membencinya, tapi mendengar langsung dari mulutnya seperti menghancurkan seluruh duniannya. Namun, di balik luka itu, ia tetap tersenyum. “Tak apa,” jawabnya lirih. “Asal aku bisa di sisimu, itu sudah cukup.” Adrian menatapnya dengan jijik. “Kau benar-benar menyedihkan.” Namun Aurelia tetap berdiri tegak. Kata-kata Adrian seperti pisau, tapi ia memilih menelan darahnya sendiri daripada mundur. Hari pernikahan tiba. Semua mata tertuju pada pasangan itu. Aurelia mengenakan gaun putih indah, wajahnya dipoles sempurna, senyum tipis terlukis meski hatinya penuh luka. Adrian berdiri di sampingnya dengan wajah dingin, tak ada sedikit pun kebahagiaan. Saat pendeta bertanya, “Apakah kau, Adrian Leonhart, bersedia menerima Aurelia Vanesha sebagai istrimu yang sah?” Adrian terdiam lama, membuat seluruh tamu menahan napas. Evelyn, yang duduk di barisan depan, tersenyum samar senyum kemenangan. Namun akhirnya Adrian menjawab, “Ya.” Bukan karena cinta, melainkan karena kewajiban dan keterikatan keluarga. Aurelia menutup matanya, membiarkan air mata kecil jatuh. Bukan karena bahagia, melainkan karena ia tahu, sejak saat itu hidupnya tidak akan lagi sama. Malam pertama seharusnya menjadi malam penuh cinta, namun bagi Aurelia, itu adalah awal dari neraka. Adrian tidak menyentuhnya, bahkan tidak menoleh padanya. Ia hanya duduk di sofa, menatap kosong ke luar jendela. “Kau bisa tidur di ranjang itu. Aku akan di sini,” katanya singkat. Aurelia memeluk dirinya sendiri di ranjang besar yang terasa dingin. Ia berbisik pada dirinya sendiri, “Aku bisa bertahan… aku pasti bisa membuatnya melihatku.” Namun, di dalam hatinya, ia tahu, perjalanan ini akan panjang dan penuh luka. Ia telah melangkah ke dalam neraka dengan kakinya sendiri, dan tidak ada jalan kembali. Malam itu, langit menangis deras, seakan menjadi saksi bahwa pernikahan ini bukanlah penyatuan cinta, melainkan awal dari sebuah kutukan.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook