"Selamat sore Tante ...," sapa Arinda kepada seorang wanita paruh baya, yang sedang duduk membaca sebuah majalah gosip di tangannya. "Sore." Wanita paruh baya itu menyahut singkat. Sangat jelas terlihat ia tak menyukai sosok Arinda. Wanita paruh baya itu juga sangat mengenal siapa Arinda. Wanita yang telah menghancurkan hati dan perasaan putra bungsunya. Hingga membuat putranya itu enggan mengenal wanita semenjak dikhianati dan meninggalkan luka yang amat besar. Sehingga ia harus mengubur dalam harapannya untuk memiliki cucu dari Alex, putranya. "Bagaimana kabarnya, Tan?" Arinda mendudukkan bokongnya di sebuah kursi, yang terletak di hadapan wanita paruh baya itu. Yang tidak lain adalah ibu kandung Alex. Nuri yang mengekor di belakang Arinda, hanya berdiri sambil menyimak pembicaraan

